LHOKSUKON – Petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara mengeluhkan perihal air irigasi yang tidak mencukupi untuk mengairi sawah di musim tanam padi. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama sepekan.
Sulaiman, 36 tahun, petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye kepada portalsatu.com/, Senin, 27 Mei 2019 menyebutkan, di irigasi memang ada air, namun debitnya sangat rendah sehingga tidak dapat dialirkan ke sawah.
“Airnya ada, tapi sangat kurang dan itu sudah sepekan. Kami tidak bisa alirkan air ke sawah, padahal saat ini air sangat dibutuhkan karena sedang musim tanam. Kami harap pemerintah segera mengatasi persoalan ini, apalagi petani memang sedang memburu proses tanam selesai sebelum lebaran,” ujarnya.
Dilanjutkan, “Minimnya air juga berpengaruh pada keselamatan padi yang sudah ditanam. Ditambah lagi, apabila air minim, maka prtani harus memberikan pupuk dua kali pada tanaman padi,” ungkap Sulaiman.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Edi Anwar, melalui Kepala Ranting Pengairan Pantonlabu, Khairil Anwar membenarkan bahwa jaringan irigasi Tanah Jambo Aye memang sedang kekurangan air. Hal itu diakibatkan sampah yang menumpuk di hulu.
“Dalam hal ini, Dinas PUPR melalui Ranting Pantonlabu memohon maaf atas kekurangan air di saluran Induk dan sekunder. Itu disebabkan karena kondisi sampah dan lumpur di hulu pintu intek Bendungan irigasi Langkahan yang menumpuk dan tersangkut di pintu air. Itu yang mengakibatkan debit air di irigasi Jambo Aye tersendat,” terang Khairil Anwar.
Terkait itu, katanya, petugas telah melakukan perbaikan dan pembersihan sampah-sampah tersebut. “Alhamdhulillah kami telah melakukan pembersihan kemarin, walaupun risikonya sangat membahayakan bagi petugas di saat membersihkan sampah tersebut, karena arus air di sungai sangat deras,” pungkas Khairil Anwar.[]



