Bisnis pakaian seakan tak ada habisnya. Apalagi pakaian khas muslim. Biasanya pasar segmen ini diisi oleh buatan luar daerah, terutama desainnya. Tapi khusus Saniza, bentuk desainnya yang elegan, trendi dan nyman adalah desain anak Aceh sendiri (Meulaboh).

Awalnya ikut kawan desain jubah,
saat ada sedikit modal, akhirnya buat merek sendiri, sekitar  akhir tahun 2019. Kata Galih, pemilik merek Saniza.

Menurutnya, untuk menjaga kualitas, ia memilih kain khusus yang lembut, dingin dan menyerap keringat, Serta tak gampang kusut. Warna dan model desain juga dibuat dengan pertimbangan khas kawula muda dan orang dewasa.

Selama ini, penjualan dilakukan secara offline dan online. Yaitu dengan titip-jual  di toko toko karena belum punya  store sendiri.  Adapun yang online, dengan media marketplace (shopee, tokopedia, bukalapak), instagram, dan website, ungkap Galih lewat info WA.

 Karena merek ini semakin banyak digemari, omsetnyapun terus meningkat, kini, Galih dan timnya juga  mulai memproduksi kemko (kemeja koko) dan kurta. Selain terus menjaga minat pasar, agaknya  Galih juga mengundang investor untuk  melirik ke merek Saniza.[]

Kiriman dan ulasan oleh Taufik sentana
Info : admin@saniza.id