LHOKSEUMAWE – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal, Romi Afrizanur, mengatakan, jika dana Otonomi Khusus 'dicincang', seharusnya para pejabat SKPK bisa membuat program yang bernafaskan kerakyatan. Pasalnya, jika tidak, ekonomi serta pembangunan di Aceh Utara tetap stagnan.
Hal itu dikatakan Romi menyikapi pemberitaan terkait dana Otsus dan Migas Aceh Utara tahun 2017 yang dicincang melalui usulan program dan kegiatanyang menurut anggota DPRK terkesan bagi-bagi kue untuk lebih 20 SKPK.
Menurut Romi, dana Otsus yang diterima langsung oleh pemerintah haruslah digunakan tepat saran. Kata dia, harus ada proyek ampuh yang mampu menjadi sumber pendapatan daerah setelah berakhirnya dana Otsus 2028 nantinya.
Dalam hal pengeluaran Otsus dilakukan langsung oleh SKPK dalam menyiapkan program-program sesuai bidangnya. Seharusnya SKPK yang sudah dibentuk wajib merancang dan menyiapkan ide yang benar-benar bernafaskan kerakyatan dan peningkatan ekonomi yang lebih baik. Kunci efisiennya pengeluaran pemerintah dapat dilihat dari tingkat keberhasilan SKPK-nya, kata Romi kepada portalsatu.com melalui BlackBerry Messenger, Selasa, 5 April 2016.
Romi juga menjelaskan, dana Otsus hanya sampai tahun 2028, namun pembangunan Aceh Utara hingga kini belum jelas, seolah-olah dana “terbuang” entah ke mana. Romi mengatakan, jika pengalokasian Otsus Aceh Utara tidak dilakukan oleh orang-orang yang paham dalam membangun, dan tidak jeli melihat permasalahan mengenai efisiensi aggaran, pastinya uang yang begitu banyak tidak membekas sedikitpun. “Jangankan untuk anak cucu ke depan, sekarang aja sudah tidak jelas, kata Romi.
Kata Romi, ada banyak kendala dalam membangun perekonomian Aceh Utara meski dengan APBK lebih dari Rp2 triliun setiap tahunnya. Sebagian dari dana tersebut adalah dana Otsus Aceh yang dibagi oleh provinsi sesuai porsi kabupaten/kota.
Ada tantangan dan hambatan yang datang. Tantangan terbesar adalah keamanan Aceh Utara dan skill yang dibutuhkan untuk mengelola Aceh Utara yang lebih, ujar Romi.
Romi meminta dalam mengelola dana Otsus, pemerintah bersama masyarakat harus menjamin keamanan. “Karena anggaran yang cukup besar tidak dapat membuat Aceh Utara sejahtera bila keamanannya tidak terjamin karena keamanan berhubungan langsung dengan perekonomian Aceh Utara,” katanya.[](ihn)



