SIGLI – Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh Pusat menyerahkan sepenuhnya kebijakan mengusung calon bupati dan wakil bupati Pidie kepada PA/KPA Wilayah di Pilkada 2017. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman atau kerap disapa Adi Laweung, menyikapi pernyataan Sarjani Abdullah yang kembali maju di pemilihan bupati mendatang.

“Untuk saat ini, kita belum bisa berkomentar tentang masalah itu, karena pernyataan Bupati Sarjani maju lagi, masih sebatas pernyatan lisan secara pribadi dalam pertemuan dengan Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Pidie,” ujar Adi Laweung kepada portalsatu.com, Senin, 18 Januari 2016.

Dia mengatakan Partai Aceh memiliki mekanisme dan aturan yang harus dilalui untuk pencalonan kepala daerah. 

“Jadi kita tunggu dulu hasil musyawarah wilayah tentang siapa dalam keputusan musyawarah yang diusulkan sebagai calon bupati dan wakil bupati yang akan dikirimkan ke PA Pusat. Baru kita membuat pernyataan resmi,” kata Adi Laweueng.

Meskipun begitu, Adi Laweung mengatakan Sarjani Abdullah sosok yang tepat untuk memimpin Pidie di periode kedua ini. Menurutnya selama Sarjanj memimpin, banyak perubahan positif bagi daerah Pidie. 

“Namun, semua itu tergantung hasil musyawarah PA/KPA Wilayah, siapakah kader yang akan diusulkan dalam Pilkada mendatang,” katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Sarjani Abdullah menegaskan bakal kembali maju sebagai calon bupati dalam Pilkada 2017 mendatang.

Pernyataan ini disampaikannya di hadapan para ulama dayah Kabupaten Pidie, di Oproom Setretariat Daerah Kabupaten Pidie. 

“Saya akan maju kembali sebagai calon Bupati Pidie periode ke dua dan mohon doa restu dari abu-abu pimpinan dayah agar saya diberi kesehatan dan kesempatan untuk mencalonkan diri kembali,” kata Sarjani, Sabtu, 16 Januari 2016 lalu.[](bna)