LHOKSEUMAWE – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan konsumsi energi menunjukkan dinamika yang lebih terkendali di Provinsi Aceh.
Konsumsi Gasoline (bensin) relatif stabil, sementara konsumsi LPG tercatat sekitar 7,6 persen, sejalan dengan kondisi kebencanaan dan pengendalian distribusi di wilayah terdampak. Meski demikian, pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga dan layanan publik dapat terus berjalan.
Hal itu disampaikan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, Kamis, 15 Januari 2026. Ia menjelaskan, selama pelaksanaan Satgas penyaluran BBM dan LPG di wilayah Sumbagut secara umum berjalan aman dan terkendali.
Secara regional, realisasi penyaluran BBM jenis Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,1 persen. Sementara penyaluran Avtur mengalami peningkatan hingga 17 persen dibandingkan rerata normal, seiring meningkatnya aktivitas transportasi darat dan udara.
Dari sisi ketahanan stok, hingga pertengahan Januari 2026, kondisi BBM dan LPG di wilayah Sumbagut berada dalam status aman dengan coverage days berkisar antara 6,2 hingga 36 hari.
Sunardi menyebut dinamika konsumsi energi selama pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) tahun baru/2026 itu menunjukkan variasi di masing-masing provinsi. Di Provinsi Riau mencatat peningkatan konsumsi Gasoline paling menonjol di wilayah Sumbagut, yakni sekitar 5,8 persen, sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur. Konsumsi LPG di provinsi ini juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 1,9 persen.
Di Provinsi Sumatera Utara, konsumsi Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,2 persen disertai kenaikan konsumsi LPG sekitar 2,2 persen, yang menjadi peningkatan LPG tertinggi di wilayah Sumbagut. Kenaikan ini mencerminkan aktivitas rumah tangga dan pergerakan masyarakat yang tetap tinggi selama masa libur tahun baru.
Di Kepulauan Riau, konsumsi Gasoline menunjukkan pertumbuhan sekitar 2,0 persen dengan distribusi LPG yang relatif stabil dan terkendali, didukung oleh penguatan distribusi energi di wilayah kepulauan. Di Provinsi Sumatera Barat, distribusi BBM dan LPG selama pelaksanaan Satgas tahun baru tetap berjalan stabil dan terkendali.
“Berdasarkan hasil evaluasi, konsumsi Gasoline di Sumatera Barat tercatat meningkat sekitar 0,2 persen, sementara konsumsi LPG mengalami kenaikan sekitar 1,2 persen dibandingkan rerata normal. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika libur akhir tahun,” kata Sunardi.
Sunardi menambahkan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga memastikan kelancaran distribusi energi di Sumatera Barat meskipun terdapat tantangan kebencanaan di sejumlah wilayah, melalui penguatan pengawasan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat.
Menurutnya, pelaksanaan Satgas tahun baru telah berakhir, di mana berlangsung sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Penutupan Satgas tersebut menjadi momentum evaluasi atas pengamanan pasokan energi selama periode meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
“Kami mengapresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan selama pelaksanaan Satgas. Ini merupakan hasil sinergi yang solid antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat, serta seluruh mitra kerja. Meskipun dinamika konsumsi di setiap provinsi berbeda, namun secara keseluruhan pasokan BBM dan LPG di wilayah Sumbagut dapat kami jaga tetap aman dan andal,” ujar Sunardi.
Sementara itu, Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Basuki Santoso, menegaskan berakhirnya Satgas tidak mengurangi intensitas pengawasan distribusi energi.
“Pasca penutupan Satgas, pengawasan distribusi tetap kami lanjutkan dalam pola operasi normal. Evaluasi selama Satgas menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan penyaluran BBM dan LPG, termasuk dalam menghadapi dinamika konsumsi dan kondisi cuaca ke depan,” ungkap Basuki.
Dengan berakhirnya Satgas tersebut, Basuki menyebut Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan dan kualitas layanan energi, serta memastikan energi tetap mengalir bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Bagian Utara.[](ril)






