LHOKSEUMAWE – Petugas Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe mengamankan seorang pengemis berinisial SA (34), warga asal Aceh Timur. Petugas menemukan emas 20 mayam, satu handphone android, dan uang senilai Rp4 juta, Senin, 30 September 2024, malam.

Kepala Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Heri Maulana, Rabu, 2 Oktober 2024, mengatakan SA diamankan ketika ia sedang meminta-minta di Jalan Merdeka, Simpang Lampu Merah, Kota Lhokseumawe. Wanita itu diamankan petugas Satpol PP saat operasi penertiban gelandangan dan pengemis.

Heri menduga uang Rp4 juta dan emas 20 mayam yang ditemukan pada SA berasal dari hasil mengemis yang dia lakukan selama ini.

“Saat ini SA sudah kita bawa ke Balai Rehabilitasi Moral dan Akhlak (Berakhlak) MHM-Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe untuk direhabilitasi dan pembinaan,” kata Heri dalam keterangan tertulis.

Heri menyebut inovasi lapor “Pak Satpol PP dan WH” sangat membantu pihaknya dalam memperoleh informasi terkait pelanggaran Trantibmumlinmas (Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat) dan syariat Islam di Kota Lhokseumawe.

Sebab, keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaran Trantibmumlinmas dan syariat Islam sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Kota Lhokseumawe tertib, aman, dan nyaman.

“Penertiban penyakit sosial dan pelanggaran syariat Islam akan terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Setelah itu, pelanggar akan dilakukan pembinaan dan rehabilitasi di salah satu inovasi kami dengan bekerja sama Yayasan Tamora. Sehingga melahirkan Balai Rehabilitasi Moral dan Akhlak MHM-Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i (TIMS) sebagai solusi pembinaan dan rehabilitasi di Dayah Rakyat sebagai upaya menciptakan suasana kota yang tertib, aman, nyaman berlandaskan syariat Islam,” ujar Heri.

Menurut Heri, hingga September 2024, pihaknya telah mengamankan gepeng (gelandangan dan pengemis)
sekitar 64 orang. Sedangkan ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa berjumlah 80 orang, dan pelanggar lainnya 160 orang.

“Semuanya dilakukan pembinaan dan rehabilitasi melalui pengajian rakyat bekerja sama dengan Dayah Rakyat Berakhlak MHM-TIMS Tamora Aceh,” pungkasnya.[]