BANDA ACEH – Tim dokter dari Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah telah selesai melakukan operasi terhadap seekor beruang madu (helarctos malayanus) berjenis kelamin betina yang teluka akibat jerat masyarakat, Jum'at, 28 April 2017.

Arman Sayuti, Kepala Lab Klinik FKH Unsyiah mengatakan operasi telah dilakukan sejak pukul 15.00 WIB dan baru selesai pukul 17.15 WIB.

“Anastesi kita bius di luar dia langsung tertidur, dan kemudian langsung kita bawa ke dalam karena operasinya berlangsung agak sedikit lama melakukan penambahan obat bius cuma sekali,” kata Arman.

Terkait luka pada beruang khususnya luka yang berada d kaki depan bagian kanan, Arman mengatakan dilakukan amputasi setelah dianggap tidak bisa dilakukan penyembuhan.

“Kita amputasi karena memang tidak bisa kita selamatkan. Karena tadi sama-sama kita sudah lihat, tulangnya sudah pada nongol semua, jadi itu jalan pintasnya harus kita amputasi,” kata Arman.

“Yang bagian belakang juga saya bingung entah bekas kenapa, yang jelas ada bekas jeratnya di kaki belakangnya. Ada luka tembus ke dalam itu sangat dalam dan mengeluarkan nanah yang sangat banyak,” katanya lagi.

Meski kaki belakang beruang, dikatakan Arman, ada luka yang terbilang parah, namun masih bisa diselamatkan oleh mereka.

Setelah dioperasi, kini beruang madu yang terkena jerat masyarakat di Gampong Ie Tarik 2, Kec. Simpang Keramat, Lhokseumawe, dibawa oleh anggota BKSDA Aceh.[]