SIGLI – HMI Cabang Sigli mengecam pernyataan tendensius komisioner KPK Saut Situmorang dalam talkshow “Harga Sebuah Perkara” di TVOne pada 6 Mei 2016 lalu. Pernyataan itu dinilai sebagai pembunuhan karakter dan mendiskriditkan organisasi HMI.

Anggota tim formatur HMI Cabang Sigli Imam Nuddin mengatakan, seorang pejabat negara seperti itu dinilai tidak pantas mengeluarkan pernyataan seperti itu, apalagi langsung menjustifikasi sebuah organisasi tertentu.

“Kami sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam tidak bisa menerima dengan pernyataan seorang pejabat negara tersebut yang mengatakan seolah-olah kader HMI itu setelah menjadi seorang pejabat negara itu koruptor. Padahal tidak sedikit pula HMI telah melahirkan orang-orang yang sangat berjasa terhadap negeri ini dari akademisi, politisi sampai wakil Presiden Republik Indonesia ini,” kata Imam Nuddin melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Sabtu, 7 Mei 2016.

Ia juga mengatakan, Latihan Kepemimpinan atau LK 1 memiliki makna besar bagi organisasi maupun kader-kadernya. Sehingga pernyataan tersebut dinilai sangat melukai.

Salah seorang kader HMI Cabang Sigli Zulkifli BI, menambahkan, “melihat pernyataan pimpinan lembaga anti rasuah pada televisi nasional ini, kami seluruh kader besar HMI Cabang Sigli kususnya dan Aceh umumnya meminta kepada Saut Situmorang untuk segera minta maaf kepada seluruh kader HMI, seluruh alumni himpunan lewat semua media nasional, baik media televisi, radio, media cetak dan media online, karena telah merusak citra himpunan kami

Jika permintaan kader HMI se-Indonesia tidak dihiraukan, HMI Cabang Sigli bersama dengan cabang-cabang lainnya akan mengirimkan surat terbuka untuk Presiden dan DPR.

“Untuk memberhentikan sementara pimpinan KPK tersebut sampai Saut Situmorang ini menyatakan permintaan maafnya sesuai permintaan di atas,” kata Zulkifli.

Adapun lontaran Saut Situmorang saat menjadi narasumber di acara itu adalah, “mereka (KAHMI/HMI) orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK (Latihan Kepemimpinan) 1. Tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat,” kata Saut.[](ihn)