SUBULUSSALAM – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kota Subulussalam yang murah sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan perekonomian masyarakat menjadi lesu. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap penjualan ayam potong yang menurun drastis dari sebelumnya.

“Kurang laku sekarang, harga sawit murah, dampaknya ke kita juga,” kata Herman, pedagang ayam di pasar tradisional Subulussalam kepada portalsatu.com/, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Herman menyebutkan, biasanya penjualan ayam potong rata-rata mencapai 50 ekor setiap hari. Harga ayam putih berkisar Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per ekor dan ayam merah Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per ekor.

“Khusus hari Minggu biasa mencapai 100 ekor, itu sebelumnya saat sawit masih mahal,” kata Herman.

Namun, sejak harga TBS anjlok ke titik terendah Rp800 per kilogram di tingkat petani, penjualan ayam juga turun drastis sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan pendapatan pedagang ayam berkurang dari sebelumnya.

“Sejak harga sawit anjlok,  paling laku rata-rata 30 ekor per hari. Sepi sekali, hari Minggu saja sepi pengunjung, apalagi hari biasa,” ungkap Herman.[]