BANDA ACEH – Specialty Coffee Asociation of Gayo (SCAGA) meminta Pemerintah Aceh lebih serius promosikan kopi Gayo dalam kampanye pariwisata. Selama ini, SCAGA menilai bentuk promosi hanya berupa mengikuti pameran dan menampilkan produk di berbagai kegiatan kedinasan.
''Jika promosi hanya dilakukan seperti itu, tidak setimpal dengan dampak ekonomi yang dihasilkan dari kopi Gayo, dari pajak pengusaha, restribusi, serta dampak ekonomi dalam masyarakat, belum lagi ekspor. Ini sungguh tidak adil,” ujar Miko dari SCAGA melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Sabtu, 26 November 2016.
SCAGA meminta dinas membidangi pariwisata membuat tahapan branding khusus untuk kopi Gayo. “Saat ini bagaimana pasar dalam negeri dapat terserap dengan baik. Tidak usah muluk-muluk kita bicara luar negeri, di dalam negeri sendiri dengan segmen market penduduk Indonesia, kopi Gayo belum terserap dengan baik,” kata Miko.
Miko mencontohkan, Aceh saja yang memiliki 23 kabupaten/kota, belum semua masyarakat dapat menikmati kopi Gayo. “Belum lagi ketersedian warung kopi yang menyediakan kopi Gayo. Bayangkan jika seluruh kabupaten/kota dan seluruh Indonesia, warung kopi menggunakan kopi Gayo,” ujarnya.
“Kami berharap tahun anggran 2017, ini bisa terlaksana. Dan kami meminta kepada anggota DPRA dari Gayo bisa mengawal upaya ini,” kata Miko.[](rel)


