BANDA ACEH – Pola makan yang tidak seimbang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Dampak jangka pendek misalnya, tubuh mudah lelah saat melakukan aktivitas fisik atau mengalami kesulitan konsentrasi.

Pola makan seimbang yang lebih dikenal dengan pola makan empat sehat lima sempurna merupakan konsumsi harian yang memiliki kandungan gizi lengkap yang dibutuhkan tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serat dan lemak. Masalahnya, tidak semua kebutuhan nutrisi itu dapat terpenuhi karena berbagai hal. Sebut saja karena kurangnya variasi jenis makanan yang dikonsumsi.

Untuk 'mengakali' kekurangan asupan di atas seseorang bisa mengonsumsi makanan tambahan atau food suplemen. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memutuskan mengonsumsi food suplemen ini.

Kepala Divisi Ilmu Bedah Toraks Kardio Vaskular/SMF Bedah FK Unsyiah-RSUZA, dr. Yopie Afriandi Habibie, SpBTKV, menjelaskan, perlu atau tidaknya mengonsumsi food suplemen tergantung kebutuhan individu.

“Kalau dia empat sehat lima sempurnanya sudah tercukupi ya enggak perlu, tapi kalau tidak terpenuhi boleh dia mengonsumsi food suplemen ini,” kata dr. Yopie saat berbincang dengan portalsatu.com, Selasa, 27 September 2016.

Meski sudah mengonsumsi makanan tambahan kata dia, tetap harus memperhatikan pola hidup sehat. Misalnya, menjaga pola makan, tidak merokok, olahraga teratur dan juga cukup istirahat. Sehingga manfaat dari mengonsumsi makanan tambahan tersebut lebih terasa oleh tubuh.

Ia juga mengatakan, food suplemen ini tidak memberikan semua asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh karena sifatnya lebih spesifik. Sebagai contoh kata dr. Yopie, ketika seseorang mengonsumsi makanan tambahan berupa zat besi berarti yang diterima oleh tubuh hanyalah asupan zat besi saja. Sementara yang lainnya perlu didapatkan dari sumber makanan lain.

“Tergantung yang dibutuhkan oleh individu, misalnya dia butuh untuk nutrisi otak ya dia perlu konsumsi untuk otak,” ujarnya.[]