Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsSebut Serangan Thamrin...

Sebut Serangan Thamrin Rekayasa, Mabes Polri Buru Penyebar Informasi Palsu

JAKARTA – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menegaskan akan memburu penyebar informasi bohong terkait dengan aksi terorisme di Jalan M.H. Thamrin. 

Menurut Anton, informasi bohong itu banyak beredar di media sosial dan di media online. “Saat ini mulai ada yang mengatakan ledakan (di Thamrin) adalah rekayasa TNI dan Polri,” kata Anton di gedung Divisi Humas Mabes Polri, Sabtu, 16 Januari 2016. 

Anton menambahkan, berita semacam ini berbahaya jika dibiarkan dan kemudian dikonsumsi anak-anak dan masyarakat yang kurang berpendidikan. Saat ini, menurut dia, tim dari Cyber Crime Mabes Polri sudah mulai turun tangan mencari penyebar informasi semacam itu. Namun terkadang yang menjadi kendala adalah pemilik akun biasanya memiliki lebih dari satu alamat e-mail. “E-mail address itu biasanya palsu. Namun akan kami cari operator aslinya,” ujar Anton.

Semenjak terjadi serangan teror, Anton menambahkan, penyebaran jenis informasi seperti ini mengalami peningkatan. Isinya beragam, dari yang menyatakan aksi itu rekayasa hingga menyatakan aksi itu adalah pengalihan isu. “Padahal tak mungkin rekayasa, ada korban begitu banyak,” tutur Anton.

Menurut Anton, jika terbukti menyebarkan informasi yang tak benar atau hoax, akan dilakukan penangkapan. Namun, jika konteksnya adalah hate speech, akan dilakukan pemanggilan terhadap orang itu. “Karena ini menebar kebohongan. Sengaja ingin melawan negara,” ucap Anton.

Jantung Kota Jakarta diserang serangkaian aksi teror pada Kamis, 14 Januari 2016. Setidaknya terjadi tiga ledakan dan tembak-menembak yang mengakibatkan tujuh orang tewas di Jalan M.H. Thamrin, lima di antaranya pelaku pengeboman dan penembakan. Organisasi radikal ISIS telah mengklaim berada di balik serangan itu.[] sumber: tempo.co

Baca juga: