BANDA ACEH –  Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh sudah menggelar dua kali debat publik antarpasangan calon gubernur-wakil gubernur Aceh tahun 2024.

Debat terbuka itu diikuti dua paslon gubernur dan wagub Aceh, yaitu pasangan nomor urut 01 Bustami Hamzah dan Muhammad Fadhil Rahmi; serta pasangan nomor urut 02 Muzakir Manaf-Fadhlullah.

Debat publik pertama di Pemilihan Gubernur atau Pilgub Aceh digelar KIP di Hotel Amel Convention Hall Banda Aceh, Jumat malam, 25 Oktober 2024. Tema debat pertama adalah menyelesaikan persoalan daerah dan memajukan daerah.

Debat kedua digelar KIP Aceh di Hotel The Pade, Aceh Besar, Jumat malam, 1 November lalu. Debat kedua mengusung tema meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat.

KIP Aceh akan menggelar debat ketiga atau terakhir pada Selasa malam, 19 November 2024. Tema debat ketiga itu, menurut pihak KIP, tentang mewujudkan Aceh maju dan merawat dan menjaga perdamaian Aceh.

Lantas, berapa jumlah dana untuk kebutuhan debat publik pertama dan kedua antarpaslon gubernur-wagub tahun 2024 yang telah dilaksanakan KIP Aceh melalui penyedia jasa atau EO?

Kabag Teknis pada Sekretariat KIP Aceh, Fahmi, dikonfirmasi portalsatu.com/, Selasa, 12 November 2024, mengatakan dana untuk pelaksanaan debat perdana senilai Rp2,5 miliar dan debat kedua Rp1,5 miliar. Kedua debat terbuka itu masing-masing disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi nasional pada jam tayang utama, yaitu waktu di mana jumlah pemirsa paling banyak.

“Kita langsung TV nasional dan di jam prime time,” kata Fahmi via pesan Whatsapp.

Debat cagub-wagub Aceh itu juga disiarkan ulang di televisi lokal atau siaran lokal. “Kita juga relay di TV lokal,” ucap Fahmi.

Menurut Fahmi, jumlah dana untuk debat pertama Rp2,5 miliar dan debat kedua Rp1,5 M sudah termasuk kebutuhan siaran langsung di televisi nasional dan siaran ulang melalui TV lokal. “Sudah include semua, termasuk event-event-nya,” ujar dia.

Debat ketiga juga akan disiarkan langsung oleh salah satu televisi nasional pada jam tayang utama. Namun, kata Fahmi, KIP Aceh belum menentukan jumlah dana lantaran masih menunggu informasi dari pihak stasiun televisi itu.[](red)