Tanpa terasa kita kembali disapa oleh bulan lahir junjungan alam baginda Nabi Muhammad saw. Pada bulan ini dikenal dengan bulan maulid. Kata “maulid” secara bahasa berarti waktu kelahiran. Dalam kitab Lisanul Arab karya Ibnu Mandhur disebutkan bahwa kata maulid bermakna: “Maulid al-rajul: wiladatuhu.” Jadi, yang dimaksud dengan kata maulid  adalah waktu kelahiran seseorang.

Jika kita berbicara tentang sejarah Maulid Nabi Muhammad saw. maka orang yang pertama kali merayakan maulid Nabi adalah shahibul maulid (pemiliknya sendiri) yaitu Nabi Muhammad saw. Sebagaimana keterangan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Ketika Nabi SAW. ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Hari Senin adalah hari kelahiranku.” Hadis ini adalah dalil yang paling kuat dalam legalitas perayaan mMaulid Nabi Muhammad saw.

Setelah itu, dalam perkembangannya, perayaan Maulid Nabi saw dirayakan secara meriah untuk pertama kalinya pada masa penguasa daerah Irbil, yaitu Raja Mudzaffar Abu Said Kaukabry bin Zainuddin Ali bin Baktakin. Ia adalah seorang raja yang sangat dermawan. Ibnu Katsir dalam “tarikh”-nya mengatakan bahwa Raja Mudzaffar adalah seorang pahlawan pemberani serta pandai dan cerdik. Yusuf bin  Qaz (cucu Abu Farj Ibnul Jauzi) dalam kitabnya “Mir’ah  al-Zaman” menceritakan bahwasanya dalam setiap perayaan Maulid Nabi saw.

Kita sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah Swt, sudah menjadi keharusan untuk mengetahui sejarah nabi Muhammad saw yang telah berjuang untuk Islam dan untuk umatnya.

Nabi Muhammad merupakan satu-satunya rasul Allah yang diutus untuk semua ras dan golongan. Karena itu ajarannya sangat universal; tidak hanya tentang ibadah dan keakhiratan, namun juga urusan-urusan duniawi yang mencakup semua sisi kehidupan manusia, mulai dari masalah makan hingga urusan kenegaraan. Namun demikian, masih banyak orang yang buta terhadap pribadi dan kehidupan beliau. Akibatnya, mereka terhalang untuk melihat dan merasakan kebenaran yang dibawanya.

Nama dan Gelar Nabi Muhammad Saw
Di dalam HR Bukhari dan Muslim disebutkan nama dan gelar Nabi Muhammad saw antara lain :
– Ahmad
– Al-Mahi
– Al-Hasyir
– Al-'Aqib
– Muqaffi
– Nabiyyuttaubah
– Nabiyyurrahmah.

Nama-Nama Nabi Muhammad saw :

1.      Ahmad: yang paling terpuji karena akhlak karimahnya, dan paling banyak memuji Allah.

2.      Al-Mahi ( pengikis/penghapus): karena Allah mengikis kekufuran dengan mengutusnya.

3.      Al-Hasyir (penghimpun): sebab nanti di hari kiamat seluruh manusia berhimpun di hadapan beliau, ada yang mengatakan di bawah perintah beliau.

4.      Al-'Aqib (penutup): karena beliaulah nabi dan rasul penutup.

5.      Muqaffi (yang mengikuti): maksudnya mengikuti dan melanjutkan jejak risalah para nabi.

6.      Nabiyyuttaubah (nabi taubat): meski beliau sudah ma'shum dalam artian bersih dari dosa, namun beliau banyak bertaubat. Dalam satu riwayat beliau bertaubat hingga 70 kali sehari, dan dalam riwayat lain hingga 100 kali.

7.      Nabiyyurrahmah (nabi ramhat) : beliau adalah seorang nabi yang penuh kasih hatta dalam peperangan pun, diutusnya beliau ke bumi ini adalah sebagai rahmat bagi semesta alam.

Nama-nama tersebut berdasarkan penuturan beliau sendiri. Dan kita tahu bahwa setiap sabda beliau adalah berdasarkan wahyu. Jadi bisa disimpulkan bahwa yang memberi nama/gelar tersebut adalah Allah Swt.[]