LHOKSEUMAWE – Toko ban Valentino Racing yang terletak di jalur Medan-Banda Aceh, tepatnya di Uteun Kot Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, dirusak sejumlah pemuda, Sabtu, 18 Maret 2017 sekitar pukul 19.30 WIB. Massa juga menganiaya sejumlah pekerja dan pemilik toko.

Informasi yang diterima portalsatu.com menyebutkan, dua korban yakni pemilik toko berinisial SH dan karyawannya, AG, terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe. Sedangkan korban lainnya, DV yang adalah istri SH, dan seorang pekerja lainnya, BG, hanya mengalami luka ringan.

“Saya tidak tahu persis duduk persoalannya, karena saat saya datang, aksi anarkis sedang terjadi, saya lihat adik saya, DV sedang dijambak rambutnya oleh seorang ibu-ibu,” ujar Johan, abang kandung DV kepada portalsatu.com, Minggu, 19 Maret 2017.

Namun, Johan menduga penganiayaan dan pengrusakan toko tersebut berawal dari cekcok mulut antara seorang pekerja Valentino Racing dengan sejumlah pemuda di kawasan Kandang. Hal ini terindikasi saat si pekerja tadi kembali ke toko usai cekcok mulut yang diikuti oleh para pemuda tersebut.

“Pemuda itu mengejar RA sampai ke toko, dia dipukul. Saat pekerja lain berusaha membela korban, para pemuda yang kira-kira berjumlah 3 orang itu pun mundur dan pulang. Tapi tak lama kemudian massa datang dan terjadilah amuk massa,” kata Johan.

BG, salah satu pekerja yang mengaku ikut menjadi korban penganiayaan, tidak mengenali para pelaku. Massa ikut membenturkan kepalanya ke tiang plang toko beberapa kali.

“Kami semua disini kena pukul oleh mereka, saya tidak kenal mereka. Yang parah AG dan bos saya SH, sekarang masih di rumah sakit,” kata BG, sembari mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.

Aksi pemukulan ini sempat menyita perhatian pengguna jalan. Penganiayaan ini juga turut membuat jalan di sekitar tempat kejadian perkara macet beberapa saat. Massa baru membubarkan diri setelah personil polisi dibantu anggota POM mendatangi lokasi.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah orang dalam kejadian ini, termasuk SH yang berstatus sebagai anggota TNI di Kirem 011/Lilawangsa.[]