BLANGKEJEREN – Sekolah Alam Tunas Panglima Kabupaten Gayo Lues di Desa Kampung Jawa Blangkejeren membuat program ‘Trauma Healing’ untuk anak usia dini korban banjir dan tanah longsor. Anak-anak usia dini itu dididik dan dihibur untuk menghilangkan trauma pascabanjir.

Pendiri Sekolah Alam Tunas Panglima Gayo Lues, Lucky Puspitasari, Jumat, 19 Desember 2025, mengatakan 24 anak usia dini yang mengungsi di Gedung BLK Gayo Lues dijemput setiap hari untuk dibawa ke Sekolah Alam Tunas Panglima Blangkejeren.

“Program ini hanya berlangsung selama tiga hari, kita menjemput anak-anak dari tenda pengungsian, kemudian kita bawa ke Sekolah Alam Tunas Panglima untuk dihibur dan belajar, setelah itu kita antar lagi ke tenda pengungsian,” katanya.

Pihak Sekolah Alam Tunas Panglima juga membaurkan anak pengungsi dengan siswa dan siswi yang ada. Selain mengajarkan tentang bersabar, anak-anak pengungsi korban banjir itu juga dihibur agar tidak trauma pascabanjir dan tanah longsor.

“Alhamdulillah, di hari ketiga ini hadir dokter gigi dan PDGI memberikan sosialisasi kesehatan gigi, baik cara membersihkan, pemeriksaan gigi gratis, dan juga pembagian bingkisan berupa cemilan, susu, dan satu paket sikat berikut pasta giginya,” ujarnya.

Ke depan, Sekolah Alam Tunas Panglima berencana membuat program yang sama untuk anak usia dini yang mengungsi di daerah Blangtunggulun. Bagi para dermawan yang ingin memberi bingkisan ataupun peralatan belajar kepada anak pengungsi korban banjir, pihak Sekolah Alam Tunas Panglima mempersilakan.[]