BLANGKEJEREN – Irigasi di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues hancur total diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Keadaan ini membuat masyarakat tidak bisa menanam padi dan selalu kekurangan air di sawah mereka.

Kepala Desa Rigeb Jemadad, Senin, 30 Maret 2026, mengatakan saat ini warga Desa Rigeb hingga Desa Badak tidak bisa menanam padi lantaran tidak ada air setelah Irigasi Rigeb diterjang banjir bandang.

“Irigasi ini mengaliri air persawahan mulai dari Rigeb hingga ke Desa Badak. Jika ditotalkan, mungkin ratusan hektare sawah sumber airnya dari irigasi ini,” katanya.

Mengingat petani akan segera menanam padi, Kepala Desa Rigeb dan masyarakat setempat meminta kepada pemerintah daerah segera melakukan perbaikan, sehingga stok beras di Gayo Lues tetap stabil.

Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki bersama Kepala BPBD Muhaimin, langsung turun ke lapangan mengecek irigasi tersebut. Hal itu dilakukan untuk menyahuti permintaan warga.

“Hari ini kita mengecek langsung kondisi Irigasi Rigeb, memang keadaannya sangat memprihatinkan dan butuh perbaikan segera agar warga bisa menanam padi,” kata Wabup Maliki.

Pemerintah daerah, kata Wabup Maliki, tidak bisa lagi menunggu perbaikan dari Pemerintah Aceh dan pusat karena keadaan sangat mendesak.

“Irigasi Rigeb ini segera kita lakukan perbaikan secara darurat dulu. Tolong BPBD segera bawa alat berat ke lokasi ini, dan buatkan aliran air agar warga bisa menanam padi. Yang butuh pipa pasangkan dulu pipanya,” kata Wabup Maliki kepada Kepala BPBD.

Wabup mengaku semua irigasi yang rusak di terjang banjir di Gayo Lues akan dilakukan perbaikan secara bertahap, tergantung kondisi dilapangan dan kondisi keuangan daerah.[]