LHOKSEUMAWE Kandidat calon Gubernur Aceh dinilai masih takut untuk mengumumkan pendampingnya di Pilkada 2017 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Aliansi Mahasiswa Aceh Utara dan Lhokseumawe (AMAL), Teuku Fazil, kepada portalsatu.com, Sabtu, 16 Januari 2016.
Para calon sudah menyatakan siap bertarung di pesta demokrasi lima tahunan ini untuk menjadi Gubernur Aceh, baik dari elite Parpol maupun independen. Namun mengapa belum siap mempublikasikan calon wakil mendampingi nanti di 2017, kata Fazil.
Dia mengatakan hal ini sangat berpengaruh dengan masa depan Aceh nantinya. Menurutnya visi misi serta karir calon Wakil Gubernur Aceh juga tidak kalah penting dengan calon gubernur.
Dengan diumumkan, maka masyarakat Aceh sudah bisa menilai mana calon Cagub dan Cawagub yang baik serta mampu memimpin Aceh lima tahun ke depan, ujar Fazil.
Hal yang sama juga berlaku bagi calon wali kota dan calon bupati di Aceh yang juga menyatakan siap bertarung di 2017.
Hitungan politik di kabupaten dan kota se-Aceh juga sudah mulai mencuat kuat. Saya menyarankan kepada calon bupati dan calon wali kota se-Aceh yang siap maju di pilkada 2017, agar memproklamirkan kesiapannya maju sehingga masyarakat bisa menilai sejak dini, kata Fazil.[](bna)

