BANDA ACEH – Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018 kembali terlambat sesuai tradisi setiap tahun anggaran. Hal ini memantik sorotan publik karena dinilai turut mengganggu perekonomian Aceh secara umum.
Belum diketahui apa penyebab utama yang menjadikan pembahasan APBA 2018 antara eksekutif dan legislatif Aceh berlangsung alot. Pun demikian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh diketahui telah menyusun sejumlah program seperti dilansir dalam situs e-rencana.acehprov.go.id.
Berdasarkan riset sederhana yang dilakukan portalsatu.com/, Minggu, 31 Desember 2017, diketahui terdapat 11 program prioritas yang telah disusun Bappeda Aceh dalam RKPA APBA 2018 tersebut. Kesebelas program itu terdiri dari Dinul Islam, Adat dan Budaya; Infrastruktur yang Terintegrasi; Keberlanjutan Perdamaian; Kesehatan; Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Pertanian; Kualitas Lingkungan dan Kebencanaan; Penanggulangan Kemiskinan; Pendidikan; Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola; Sumber Daya Alam Berkelanjutan; serta satu program tanpa nama.
Bappeda sesuai situs e-rencana.acehprov.go.id juga telah menyusun rencana budget anggaran untuk sejumlah nama program tersebut. Masih merujuk situs e-rencana.acehprov.go.id diketahui anggaran untuk program Infrastruktur yang Terintegrasi mendapat porsi besar sebanyak Rp. 3.286.101.237.810,00. Selain itu, dalam RKPA Prioritas APBA 2018 yang disusun Bappeda Aceh untuk program kesehatan berjumlah
Rp. 1.817.408.052.094,00, kemudian program Pendidikan mendapat plot anggaran sebesar Rp. 1.692.557.538.293,00.
Sementara untuk program Dinul Islam dan program Keberlanjutan Perdamaian hanya mendapat porsi sedikit dalam RKPA Prioritas APBA 2018. Selengkapnya lihat gambar:



