Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaBerita Gayo LuesSeleksi Calon Anggota...

Seleksi Calon Anggota MPU Gayo Lues Tahun 2023 Menuai Masalah, Penguji Merangkap Jadi Peserta Lulus seleksi

BLANGKEJEREN – Delapan Orang peserta rekrutmen seleksi calon anggota Majlis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Gayo Lues periode 2023-2028 menyurati Pj Bupati dan Ketua DPRK setempat. Mereka meminta agar hasil tes kelulusan calon anggota MPU dilakukan peninjauan ulang.

Kedelapan peserta yang menyurati PJ Bupati dan Ketua DPRK itu adalah Ibrahim Aceh, Muhammad Jalim, Sabri, H Rajab Marwan, Tgk Jainal Abidin, Seh Abd Rauh, Ismail, dan Tgk Bustanuddin. Mereka semua membuat surat pernyataan permintaan peninjauan ulang sembari membubuh tandatangan.

Surat yang diterima Portalsatu.com, Senin, 3 April 2023 malam melalui pesan WhatsApp itu berbunyi, salah satu persyaratan rekrutmen seleksi calon anggota MPU adalah peserta harus berumur paling rendah 40 tahun, tetapi kenyataanya, salah satu nama yang lulus seleksi atas nama Yahya diduga masih berumur dibawah 40 tahun.

“Dalam pelaksanaan rekrutmen seleksi calon anggota MPU terdapat dua orang tim penguji tes wawancara (Tgk Syahirman Tgk Muazza) dan sekaligus yang bersangkutan merangkap sebagai peserta rekrutmen, menurut pemahaman kami antara penguji dan peserta tidak boleh ada rangkap yang dapat menimbulkan “konflik of interest” sehingga kami merasa sangat dirugikan atas ketidak adilan yang diperlakukan panitia seleksi dimana yang bersangkutan lulus juga dalam tahapan seleksi,” kata peserta dalam surat tersebut.

Selain itu, berdasarkan hasil pengumuman rekrutmen dari sumber yang akurat bahwa calon anggota MPU masa bakti 2023-2028 terdapat Empat orang diduga tidak menguasai, membaca dan menterjermahkan Kitab Kuning (huruf gundul) dimana disebutkan oleh panitia seleksi (pansel) yang tidak bisa membaca dan menterjemahkan Kitab Kuning (huruf gundul) tersebut, maka yang bersangkutan tidak akan diluluskan. Tetapi kenyataanya, oknum yang bersangkutan diluluskan oleh tim pansel yang berinisial TJ, MK, S, IC dan J.

“Demi kepastian hukum dan rasa keadilan semua pihak, mohon kepada bapak Pj Bupati Gayo Lues dan bapak Ketua DPRK Gayo Lues kiranya dapat meninjau kembali hasil keputusan kelulusan rekrutmen calon anggota MPU masa bakti 2023-2028 yang telah diaampaikan oleh panitia seleksi kepada publik, dan kami melihat dan mengamati selama proses rekrutmen seleksi anggota MPU ini penuh dengan nuansa syarat dengan Nepotisme dan tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku bila mengacu pada Qanun nomor 2 tahun 2009 tentang MPU.

Pj Bupati Gayo Lues Alhudri yang hendak dikonfirmasi terkait polemik perekrutan MPU Gayo Lues, Selasa, 4 April 2023 tidak berada di Pendopo maupun dikantor Bupati Gayo Lues, informasinya, Pj Bupati Alhudri sedang di Banda Aceh.

Sementara Plt Sekda Gayo Lues Jata SE, mengatakan akan membentuk tim untuk mencari pakta terkait persoalan yang terjadi pada perekrutan anggota MPU Gayo Lues, dan setelah pakta dilapangan ditemukan barulah dibuat keputusan hasilnya .

“Saya sudah koordinasi dengan bapak Asisten, mereka akan turun kelapangan mencari paktanya, dan nanti bagaimana hasilnya kita tunggu saja,” katanya melalui sambungan Telepon WhatsApp.[]

 

Baca juga: