BIREUEN – SMPIT Azkiya Bireuen menyelenggarakan Gema Azkiya Scout Camp atau GASC untuk mengaktulisasikan diri pada kegiatan kepramukaan dan membangun bina ukhuwah serta menggali potensi masing-masing peserta.

Demikian disampaikan Panitia GASC, Ustaz Khairul Anwar, S.Pd., di sela-sela kegiatan di Kompleks SDIT-SMPIT Azkiya, Ahad, 20 Maret 2022.

Ustaz Khairul yang juga Pembina Pramuka SMPIT Azkiya menambahkan, kegiatan GASC ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam dengan mengikutsertakan 6 Kontigen Pramuka dari 3 SD dan 3 MIN dalam wilayah Kabupaten Bireuen.

“SDIT Azkiya, SDIT Muhammadiya Bireuen, dan SDIT Kuttab, MIN 26, MIN 25 dan MIN 52 adalah kontigen pramuka yang kita ikutkan pada GASC ini dan keikutsertaan mereka merupakan upaya ukhwah yang kita bangun,” kata Khairul.

Khairul melanjutkan, GSAC diisi dengan ragam lomba kepramukaan, qiyamul lail dan kegiatan lainnya yang tetap menjunjung nilai-nilai keislaman yang dapat diambil pembelajaran oleh setiap peserta.

Kepala SMPIT Azkiya, Ratna Chairani Ulfa menyebutkan GASC ini perdana diselenggarakan selama SMPIT Azkiya didirikan, sehingga pihaknya mengajak banyak stakeholder untuk terlibat.

Menurutnya, SMPIT Azkiya merupakan satu-satunya sekolah SMP swasta di Kabupaten Bireuen yang dipilih dan ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu.

“Kepramukaan di SMPIT Azkiya merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib untuk setiap siswa, dan juga tutuntan profil pelajar pancasila dalam kurikulum Sekolah Penggerak adalah latar belakang kenapa kami menyelenggarakan GASC ini,” jelasnya.

Dalam rangkaian GASC ini, pihaknya ingin menyampaikan keseruan kegiatan Pramuka yang ada di SMPIT Azkiya kepada setiap peserta.

“Dalam GASC ini kami juga menyediakan stan-stan yang diisi dengan hasil karya siswa di setiap mata pelajaran dan memfasilitasi pengunjung untuk melihat berbagai preparat biologi yang bisa dilihat melalui mikroskop,” sebutnya.

Ia menambahkan, ada juga stan informatika yang disediakan untuk mengajarkan pengunjung proses mencetak mug dengan berbagai desain. Aneka rangkaian perlombaan untuk memotivasi peserta didik dari sekolah lain agar bisa eksplore ilmu yang dimiliki.

“Tentunya semua rangkaian kegiatan benar-benar disajikan seperti kegiatan pembelajaran yang dipraktekkan di sekolah sehari-hari dengan tetap menjaga kekompakan antara dewan guru bersama siswa,” pungkasnya.[](ril)