TAKENGON – Warga Desa Serempah dan Desa Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, memprotes pembangunan ruas jalan yang menuju ke desa mereka. Pasalnya, pasca pembangunan rampung dikerjakan pada Desember 2016 lalu, kini jalan itu kembali rusak. Kondisi jalan saat ini juga bergelombang dan beberapa titik ditemukan bahu jalan yang amblas.
Belakangan diketahui, proyek jalan itu dibangun dengan pagu anggaran Rp1,8 miliar. Sementara volume panjang jalan diketahui 1.400 meter dan lebar 3 meter. Anggaran tersebut bersumber dari APBN dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK-nya dari BPBD Aceh Tengah.
Jalan tersebut dibangun dalam rangka mempercepat akses transportasi menuju ke Desa Bah dan Desa Serempah setelah direlokasi pascagempa pertengahan 2013 lalu.
Sekretaris desa Serempah, Selamat, mengaku banyak warga mempertanyakan kualitas jalan yang baru rampung dibangun itu.
“Ini anggarannya kan dari pusat (APBN-red). Maunya kan kalau dibangun dengan sempurna,” kata Selamat, Minggu, 5 Maret 2017.
PPPTK BPBD Aceh Tengah, Gusti Martarosa, saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 6 Maret 2017, mengaku, proyek rekonstruksi jalan Bah-Serempah itu telah diserahterimakan pada Desember 2016 lalu. Dia menilai berdasarkan peninjauan pasca serahterima, persentase kerusakan jalan tersebut mencapai 30 persen.
Namun, pihaknya masih menangguhkan 5 persen dari total anggaran Rp1,7 miliar selama proses pemeliharaan berakhir hingga Juni 2017 ini.
“Proyek itu mulai dibangun Juli 2016 lalu, dan setelah serahterima, kontraktornya juga sudah memperbaiki jalan itu sebanyak dua kali. Nanti kita suruh perbaiki lagi kalau ada yang kurang,” kata Gusti Martarosa.
Dia mengatakan proyek pembangunan jalan tersebut dikerjakan CV Bicer Sara Ine dengan menggandeng konsultan dari Bima Cipta. Menurut Gusti, proyek pembangunan jalan tersebut sudah sesuai spesifikasi. Pasalnya, sebelum proyek itu dikerjakan, pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap material yang digunakan.
“Jenis aspalnya Latasir dengan ketebalan aspal 2 cm. Bahu jalan juga begitu, nggak sama ruasnya, ada yang 20 dan ada yang 30 cm,” ujar Gusti.
Ia menilai, kerusakan jalan lintas menuju Desa Bah-Serempah itu akibat tonase atau beban berlebihan kendaraan yang melintas. Apalagi, kata Gusti, di sana saat ini sedang ada pembangunan infrastruktur.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah, Ir. Nasaruddin saat dikonfirmasi meminta agar pelaksana serius melaksanakan proyek tersebut. Apalagi, katanya, proyek rekonstruksi jalan lintas menuju Desa Bah-Serempah itu masih dalam tahapan pemeliharaan.
“Akhir pekerjaan, kita minta sesuai spesifikasi, jadi para pelaksana harus benar-benar melaksanakan proyek ini sesuai ketentuan,” kata Nasaruddin.[]





