BANDA ACEH – Bermula dari postingan di media sosial, tersiar kabar bahwa RSUZA melakukan kecurangan dalam proses rekrutmen pegawai. Hal ini dibuktikan dengan munculnya nama-nama peserta siluman yang diperkirakan berjumlah cukup banyak.

Peserta siluman itu adalah pendaftar yang tidak ada dalam daftar tes awal namun tiba-tiba muncul di tes pengumuman tahap akhir. Menurut data yang diterima portalsatu.com ada dua nama di bagian analis yang tiba-tiba muncul di tahap akhir padahal dua nama itu tidak ada di pengumuman tes sebelumnya.

Hal itu memunculkan dugaan bahwa RSUZA 'bermain mata' dengan peserta tes. Ada pihak yang memasukkan nama-nama yang seharusnya tidak ada. Kabar itu kemudian menjadi viral. Akun Facebook bernama Muhammad Dardi yang pertama sekali menyebarkan dugaan tersebut menjadi ramai dan dibagikan sampai ratusan kali.

Dardi yang terhubung dengan portalsatu.com, Minggu, 5 Februari 2017 membenarkan bahwa kabar tersebut valid dan bukan hasil editan. Ia mendapat capture gambar itu dari kerabatnya yang ikut tes di RSUZA.

“Kalau nggak benar, nggak berani saya posting,” kata dia.

Dardi bahkan sempat mendapat telepon dari panitia pelaksana tes yang menyatakan bahwa hal itu terjadi karena ada permainan di RSUZA.

Portalsatu.com mencoba menggali keterangan dari pihak rumah sakit hari itu juga, tapi belum ada kabar yang jelas. Humas RSUZA, Rahmadi yang sempat terhubung dengan portalsatu.com Minggu, 5 Februari 2017, mengatakan bahwa dirinya belum memastikan kabar itu karena ia tak memiliki data.

“Kurang tahu juga, karena saya nggak pegang data,” kata dia.

Senin, 6 Februari 2017, portalsatu.com terhubung dengan salah seorang peserta tes di bagian keperawatan. Sumber yang tak ingin namanya disebut itu mengaku bahwa kecurangan itu terjadi dengan sangat masif bahkan di berbagai bidang tes.

“Tak hanya di bagian analis, nama-nama siluman itu juga muncul di tempat kami. Di bagian nurse (perawat),” kata sumber tersebut.

Sumber itu juga menyimpan data pengumuman itu dan mencetaknya. Sedangkan di website resmi RSUZA, data pengumuman tersebut tidak ada lagi. Dalam laman RSUZA hanya ada data pengumuman akhir sedangkan data pengumuman awal sudah tidak ada lagi.

Sebelumnya RSUZA membuka pendaftaran anggota baru di beberapa sektor bidang. Bahkan jumlah yang diterima mencapai 500 orang.[]