PIDIE JAYA – Di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya, secercah kepedulian hadir dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemko Banda Aceh menyalurkan bantuan dua ekor sapi qurban bagi masyarakat terdampak bencana, Kamis (28/5/2026).
Bantuan tersebut diantar langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, ke dua lokasi terdampak, yakni Gampong Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua, dan Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu.
Kedatangan rombongan Pemerintah Kota Banda Aceh disambut hangat oleh Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Hasan Basri bersama jajaran pemerintah daerah setempat. Turut mendampingi Wali Kota Illiza dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, para asisten, kepala dinas, serta sejumlah pejabat terkait.
Di hadapan masyarakat dan pemerintah daerah, Illiza mengatakan bahwa bantuan hewan qurban tersebut merupakan wujud kepedulian serta solidaritas masyarakat Banda Aceh terhadap warga Pidie Jaya yang masih berjuang bangkit setelah diterpa bencana.
“Alhamdulillah, jumlah hewan qurban di Banda Aceh tahun ini cukup memadai, yakni sebanyak 1.169 ekor sapi dan 301 ekor kambing. Karena itu, kami berinisiatif berbagi dengan saudara-saudara kita di Pidie Jaya yang terdampak bencana dan masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan,” ujar Illiza.
Menurutnya, Iduladha bukan hanya momentum ibadah dan pengorbanan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Ia berharap bantuan hewan qurban tersebut dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi warga terdampak, sehingga mereka tetap dapat merasakan suasana Hari Raya Iduladha dengan penuh suka cita bersama keluarga dan masyarakat lainnya.
“Semoga bantuan ini membawa berkah dan menjadi penguat semangat bagi masyarakat yang sedang bangkit dari musibah. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri, karena ada banyak saudara yang peduli,” katanya.
Lebih jauh, Illiza menegaskan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas antardaerah merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai bencana dan tantangan kemanusiaan di Aceh.
Penyaluran bantuan qurban tersebut menjadi simbol bahwa kebersamaan masyarakat Aceh tidak mengenal batas wilayah administratif. Ketika satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain hadir untuk menguatkan. Semangat inilah yang terus hidup dan menjadi warisan nilai kemanusiaan di Tanah Rencong.
Di momentum Idul Adha tahun ini, dua ekor sapi qurban yang disalurkan mungkin bukan sekadar bantuan pangan. Bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana, bantuan itu menjadi pesan bahwa harapan, kepedulian, dan persaudaraan masih terus tumbuh di tengah ujian yang mereka hadapi. [Adv]





