Karya: Jamaluddin Sulaiman
Dalam kegelapan malam
Setitik cahaya bisa jadi semangat dan pedoman
Dalam ke-putus-asaan
Seucap kata yang baik akan menggiring ketangguhan
Dalam pengetahuan
Berjalanlah terlunta di kegelapan kebodohan
Hingga arah jalanmu hilang
Terimalah nasehat-nasehat gurumu untuk keselamatan
Dalam percintaan
Semangat yang menggebu
mengantarkanmu menggenggam bunga yang tak engkau ketahui warnanya
Haruslah engkau tampung air bah kesedihan
cahaya pagi datang bukan untukmu
engkau adalah umpama embun bagi kerinduanmu sendiri
yang kering dan hilang ketika dhuha
letakkan semangatmu pada penerimaan
engkau pun dirajakan oleh sang ratumu
Dalam perang
Di penghujung senja kemenangan
Malam akan tiba
lentera ideologi pemimpinmu engkau campakkan
disebab engkau melihat cahaya asing datang dari seberang
Engkau akan menaiki tahta impian dalam mimpi buruk di tengah malam
Cahaya yang datang di kegelapan itu cahaya berasal dari kereta raja musuh
Yang sedang mendekatimu
Ambil kembali lentera kecil endatu yang telah kau buang
Hanya Ia yang nyalanya mencapai fajar dan tidak membakarmu
Semangat itu seperti darah-darah yang mengalir dalam tubuh
Menjadikan tubuhmu berfungsi
Membuatmu bertindak berjalan sesuai ke arah yang ingin dituju
Tanpa semangat
engkau akan menjadi raja, menjadi kuda-kuda betina yang ditunggang musuh
yang akan mengorbankan, menginjak-injak taman bunga milik rakyatmu saat melaju kencang
Loh Angen/Kamis malam 2 Juli 2020.[]




