BLANGKEJEREN – Puluhan Pegawai Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) Gayo Lues mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, Rabu, 2 Juni 2021. Mereka menyampaikan aspirasi setelah sembilan bulan honorarium tenaga medis dan nonmedis penanganan Covid-19 tidak dibayar Pemda setempat.
Salah satu perwakilan pegawai RSUMAK, dr. Safwan, mengatakan ada berbagai persoalan yang sedang dihadapi rumah sakit milik Pemda Gayo Lues itu di tengah pandemi Covid-19 ini. Di antaranya, honor pegawai yang menangani pasien Covid-19 dan persoalan ancaman dari keluarga pasien yang tidak mau dirawat secara penanganan Covid-19.
“Honor tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan RSUMAK yang menangani pasien Covid-19 sudah sejak Oktober, November, dan Desember 2020 sampai Juni 2021 ini belum dibayar. Artinya, sudah sembilan bulan orang terdepan yang menangani covid belum menerima haknya,” kata Safwan di gedung dewan.

(Puluhan pegawai RSUMAK menyampaikan aspirasi di Ruang Sidang DPRK Gayo Lues. Foto: Anuar Syahadat)
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gayo Lues ini mengaku masalah honor tenaga kesehatan itu sudah sering ditelusuri oleh pihak RSUMAK. Akan tetapi belum ada kejelasan kapan bisa dicairkan. Bahkan beredar informasi bahwa belum pernah diajukan pencairan ke bagian keuangan.
“Kami merasa tidak masuk akal jika bulan Oktober, November dan Desember tidak dibayarkan honor tersebut. Karena sebelum-sebelumnya, honor kami juga dibayarkan. Ironis sekali keadaan sekarang, kalau kami biarkan, kami merasa honor tahun 2021 ini juga tidak dibayarkan,” katanya.
“Jika sistem saja dibiarkan, bagaimana dengan masyarakat, sudah pasti dibiarkan,” tambah dia.
Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, H. Ibnu Hasim, didampingi, M. Yusuf As, Muhammad El-Amin, Said Ahmat, Abdussalam, dan beberapa anggota DPRK lainya yang menerima pegawai RSUMAK, mengatakan pimpinan DPRK sudah membentuk tim terkait persoalan honor tenaga kesehatan rumah sakit itu dan persoalan lainnya.
“Besok kami akan menggelar rapat terkait persoalan ini. Serta menerima laporan dari tim yang telah turun ke lapangan melakukan penelusuran,” jawab Ibnu Hasim.[]





