JANTHO — Distribusi semen Andalas kini normal kembali setelah sebelumnya sempat langka akibat tingginya permintaan. Kelangkaan tersebut juga disebabkan bertepatan dengan waktu realisasi proyek pemerintah, sementara jumlah produksi pabrik tidak sebanding.
Staf Communication and Event Specialist PT. Holcim, Faraby Azwani mengatakan, beberapa waktu terakhir permintaan semen mencapai tiga kali lipat dibanding biasanya.
“Ini terjadi karena faktor tertentu yang dialami konsumen semen, seperti perbaikan berkala, tapi dalam waktu satu minggu ini sudah selesai perbaikan, dan sudah normal kembali untuk meningkatkan ketersediaan produk semen kami di pasaran,” katanya saat ditemui di ruang keamanan PT Semen Andalas Indonesia yang telah berganti nama menjadi PT. Lafarge Cement Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar, Rabu, 23 Agustus 2017.
Terkait kabar adanya dugaan permainan antara produsen dan distributor yang menyebabkan kenaikan harga hingga Rp85 ribu persak untuk isi 40 kilogram, Hanif membantahnya.
“Dari kami tidak ada permaian seperti itu, perusahaan tidak pernah menaikkan harga secara sepihak, demi keuntungan semata,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya terus bekerjasama dengan distributor untuk menetralkan kembali harga semen. Dengan produksi yang lancar kata dia, harga jua ikut normal kembali.
“Saat ini bahan baku sangat cukup. Mengenai data ril stok bahan baku semen beberapa tahun ke depan, saya mesti check dulu sama tim yang bersangkutan, mungkin 40 tahun masih ada,” sebutnya.
Hanif juga enggak memberitahu berapa harga jual pabrik ke distributor. “Harga di pasaran kita tidak bisa ikut campur, tapi harga jual dari kami untuk masyarakat luas kalau kondisi normal seharga 50 atau 51 ribu,” jelasnya.
PT. Lafarge Cement Indonesia yang telah bergabung menjadi anak perusahaan PT. Holcim Indonesia sejak Februari 2016, dipimpin oleh Gerald Guiot warga Prancis. Saat ini memiliki kapsitas produksi sebesar 1,6 juta ton pertahun atau 60,586 ton semen perbulan. Rata-rata produksi perhari mencapai 1,954 ton untuk Aceh, serta didukung fasilitas pengepakan dan pengiriman lewat jalur laut di Lhoksumawe, Belawan, Batam dan Dumai.
“Kita berkomitmen memberikan yang terbaik kepada pelanggan, salah satunya kita bekerja 24 jam, agar stok semen ada, distribusi dari kita lancar, hanya saja permintaan pasar yang sangat besar,” kata Hanif.[]
Laporan Taufan Mustafa




