SIGLI – Menyelesaikan sengketa lahan antara warga lokasi pembangunan pabrik semen di Pidie, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie gelar rapat konsultasi dengan eksekutif, Rabu, 27 April 2016.

Rapat yang digelar di ruang sidang DPRK Pidie, dihadiri seluruh anggota dewan. Sementara dari eksekutif dihadiri Wakil Bupati, M. Iriawan SE, Sekda Amiruddin, SE, M.Si dan sejumlah kepala dinas, badan dan kantor di Kabupaten Pidie.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRK Pidie Jamaluddin, SP, dibuka pukul 10.30 wib. Sejumlah anggota dewan langsung mempertanyakan persoalan izin dan pembebasan tanah warga yang dilakukan pihak PT. Samana Citra Agung dinilai merugikan rakyat. Dewan minta ketegasan pemerintah daerah dalam hal pembebasan lahan warga.

Ketua Fraksi Partai Aceh, Jailani mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya pabrik semen di Pidie, namun kepentingam dan hak masyarakat jangan diabaikan.

“Pada prinsipnya, kita sangat mendukung dibangun pabrik semen di Pidie, tetapi jangan sampai rakyat terzalimi,” terangnya.

Atoek, begitu sapaan akrab Jailani, mengaku kurang percaya kepada PT Samana terkait lahan. Pasalnya, informasi yang dia dapatkan dari masyarakat ada sekitar 1580 hektar lahan yang diklaim milik PT Samana masih perlu diluruskan kembali kelengkapan administrasi serta lokasi tanah.

Karena, lanjut Atoek, PT. Samana pernah melakukan pelanggaran izin ketika mengelola pasir hitam di Pidie. “Dalam izin, pasir tidak boleh diangkut keluar, tetapi saat itu banyak pasir dikeruk di kawasan Pidie diangkut ke luar. Dari sebab itulah, kami kurang percaya kepada PT Samana,” papar Atoek.

Hal sena juga dikatakan Iskandar Siddik dari Demokrat. Dia bahkan meminta kepada pemerintah untuk serius melaksanakan upaya mediasi antara investor dengan rakyat, sehingga tidak terjadi hal-hal buruk. “Ini harus disikapi serius, karena kami ini merupakan pemyambung lidah rakyat untum memperjuangkan aspirasi mereka,” pintanya.

Sementara Wakil Bupati Pidie, M.Iriawan menerangkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan PT Semen Indonesia Aceh dan PT Samana Citra Agung. Dari hasil pertemuan mereka, lanjut Iriawan, pihak PT Samana sudah memberi sinyal untuk menyelesaikan persoalan dengan warga secara musyawarah.

“Hasil pembicaraan kita PT Samana akan mencari jalan keluar terbaik menyangkut ganti rugi lahan warga,” kata Wabup.

Dia juga mengaku akan terus berupaya dan meminta bantuan dewan untuk menyelesaikan masalah tersebut, sehingga kebutuhan masyarakat kawasan itu terpenuhi. “Kami butuh dukungan dewan untuk menyelesaikan bersama kepentingan rakyat dan pabrik semen tetap berjalan,” ajaknya.[]