BANDA ACEH – Seniman rupa kuta raja, bersama relawan Taman Edukasi Anak Pemulung Kampung Jawa khanduri maulid bersama, di Taman Edukasi Anak Pemulung, Gampong Jawa, Banda Aceh, Ahad, 4 Februari 2018.
Ketua panitia maulid yang merupakan perupa, Kamar Agam, mengatakan, para relawan memasak sendiri nasi untuk kenduri. Acara tersebut, kata Agam, dicetuskan oleh Maulidar Yusuf dan Aiyub, dan ketua panitia lomba adalah Cut, istrinya Sabri anggota DPRK.
“Jumlah khanduri (kenduri -red) alhamdulillah mencapai 500 bungkus. Ini yang pertama kita bikin acara maulid, insyaallah ke depannya kita akan bikin lebih besar lagi dengan izin Allah,” kata Agam, di Banda Aceh, Ahad, 4 Februari 2018.
Agam mengatakan, sejak pihaknya datang dari tahun 2012 sampai sekarang, anak-anak pemulung telah banyak berkembang. Pihaknya, tidak mendata pemulung, tapi hanya fokus pada bidang edukasi.
“Kami hanya mendaftar anak-anak yang belajar pada kami, ada sekitar 70 orang untuk tahun ajaran kemarin, anak-anak tersebut sudah 15 orang mendapatkan rangking 1 sampai dengan 3,” kata Agam.
Para anak pemulung tersebut, kata Agam, menetap di Gampong Jawa dan berasal dari berbagai daerah di Aceh.
“Taman edukasi anak pemulung, akan kami urus legalitasnya insyaallah. Mungkin berbentuk seperti paguyuban nama tempat belajar, seperti sanggar,” kata Agam.[]



