LHOKSUKON – Warga Gampong Alue Dua, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas di saluran irigasi gampong setempat, Minggu, 4 Februari 2018 sekitar pukul 09.30 WIB. Saat dievakuasi, perut mayat yang menggembung pecah di bagian samping dan mengeluarkan seonggok janin.
“Mayat itu dievakuasi dengan cara ditarik dengan tali, setelah terlebih dahulu tubuhnya ditutupi daun pisang. Saat hendak diangkat ke darat, perutnya pecah dan mengeluarkan janin yang sudah berbentuk. Mayat itu hanya memakai CD warna putih, tanktop ungu dan jam yang melingkar di tangannya,” ujar Abdul Rafar, warga Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye yang ikut menyaksikan proses evakuasi mayat tersebut.
Menurut warga setempat, mayat itu pertama kali ditemukan oleh petani yang sedang memotong rumput di tepian irigasi. Murzalim, 35 tahun, warga Gampong Matang Teungoh, Kecamatan Tanah Jambo Aye langsung melaporkan temuan mayat tersebut ke warga dan geuchik setempat, yang diteruskan ke pihak Polsek Langkahan.
“Pasca dilaporkan warga, kita langsung menuju lokasi. Mayat itu ditemukan dalam posisi telentang tanpa identitas, hanya memakai miniset dan celana dalam (CD). Saat dievakuasi, perutnya pecah dan mengeluarkan janin yang juga sudah tidak bernyawa lagi. Jika dilihat dari kondisi mayat, kemungkinan sudah empat hari,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kapolsek Langkahan Ipda Samsul Bahri kepada portalsatu.com/.
Samsul menyebutkan, pukul 12.20 WIB, mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD Cut Mutia di Buket Rata, Kota Lhokseumawe untuk diotopsi.
“Ini masih dalam proses otopsi, jadi kita belum tahu penyebab pasti kematiannya, namun kemungkinan besar korban pembunuhan. Demikian juga untuk identitas belum kita ketahui, hanya ciri-cirinya tinggi 160 centimeter dengan kulit sawo matang. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Ipda Samsul Bahri.[]


