BerandaEkonomiSentimen Keuangan Pekan Ini, Saat Pasar RI Libur

Sentimen Keuangan Pekan Ini, Saat Pasar RI Libur

Populer

Pasar keuangan di Indonesia baik bursa saham (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG), rupiah, maupun surat berharga negara (SBN) pada pekan depan masih ditutup. Ini karena masih adanya libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Sehingga sentimen dari dalam negeri cenderung lebih minim. Meski demikian, sentimen pasar di luar negeri masih cukup menarik bagi investor yang akan memburu pasar mata uang luar negeri dan kripto.

Sentimen yang pertama yakni terkait dari perkembangan perang antara Rusia dengan Ukraina yang sudah berlangsung hampir tiga bulan. Presiden Rusia, Vladimir Putin diramal akan segera mengumumkan Perang Dunia 3 (World War 3) dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace sebagaimana dimuat Express.co.id, dikutip Minggu (1/5/2022). “Kami telah melihat sejumlah pernyataan dari Putin baru-baru ini. Dia mengatakan ‘ini menjadi perang, ini adalah perang proxy’, padahal bukan,” tegasnya.

Sebelumnya, Putin memang telah memperingatkan melakukan pembalasan secepat kilat jika negara-negara Barat ikut campur di Ukraina. Komentar Putun muncul saat Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden akan menyatakan mendukung perjuangan Ukraina melawan “perang brutal Rusia” pada Kamis lalu.

Berbicara kepada anggota parlemen di St Petersburg, Putin mengatakan Barat ingin “memotong” Rusia menjadi beberapa bagian. Ia menuduhnya mendorong Ukraina ke dalam konflik dengan negaranya.

Rusia sendiri sudah mengatakan kepada AS untuk berhenti mengirim senjata ke Ukraina. Kremlin menambahkan pengiriman senjata dari Barat dalam jumlah besar mengobarkan konflik.

Sementara itu, mengutip CNBC International, ahli strategi mengatakan sebenarnya Putin menghindari risiko dengan Barat dan menekankan bahwa kemungkinan perang nuklir sangat kecil. Namun tegasnya, ancaman serius bisa muncul jika ia merasa dipermalukan di medan perang.

“Putin memiliki sejarah meningkatkan ketidakpastian. Jika dia merasa bahwa Rusia sedang dipermalukan dalam beberapa cara,” ujarnya.

“Jika ada kemunduran besar, terutama pada sekitar tanggal 9 (Mei) maka ada risiko tindakan yang tidak dapat dipatahkan.”

Sedangkan sentimen yang kedua yakni masih dari ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan melambat pada kuartal I-2022. Departemen Perdagangan melaporkan PDB AS kuartal I-2022 turun 1,4% secara tahunan.

Angka ini berbalik arah secara tajam dari tingkat pertumbuhan tahunan 6,9% pada kuartal keempat 2021. Ini merupakan kontraksi pertama sejak awal pandemi Covid-19 mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

Kontraksinya ekonomi Negeri Paman Sam pada tiga bulan pertama di tahun 2022 terjadi karena adanya kendala pasokan di dalam negeri, penurunan permintaan di luar negeri, dan inflasi tinggi membebani pemulihan yang sejatinya masih tangguh. Pelemahan ini sebagian besar didorong oleh defisit perdagangan yang lebih luas karena impor melonjak, dan perlambatan laju akumulasi persediaan.

Dalam triwulan pertama tahun ini, laju investasi inventaris yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan penumpukan inventaris yang cepat di akhir tahun lalu ikut membebani pertumbuhan. Dinamika tersebut mencerminkan kendala rantai pasokan terkait pandemi, yang kian diperparah dengan perang yang terjadi di Ukraina.

Meski demikian, ukuran permintaan domestik meningkat dari kuartal keempat, yang artinya kekhawatiran stagflasi atau resesi mulai berkurang. Belanja konsumen, pendorong utama ekonomi, naik pada tingkat tahunan 2,7% pada kuartal pertama, sedikit lebih cepat dari akhir tahun lalu.

Bisnis juga menggelontorkan lebih banyak uang untuk berinvestasi dalam peralatan serta penelitian dan pengembangan (Litbang/R&D), memicu kenaikan 9,2% dalam pengeluaran bisnis.

Meski ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal I-2022 terkontraksi, namun hal ini tidak akan mengubah rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menaikkan suku bunga dengan cepat tahun ini. Termasuk setengah poin persentasi (50 bps) pada pertemuannya pekan depan yang akan dilaksanakan pada Rabu hingga Kamis dini hari waktu Indonesia.

Hal tersebut salah satunya karena dalam laporan tersebut ada kekhawatiran tambahan bahwa ekonomi tumbuh terlalu cepat di beberapa sektor utama.

Selain dari rapat kebijakan moneter The Fed, pada pekan depan, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) juga akan mengumumkan kebijakan suku bunga acuan terbarunya pada pekan depan yakni pada Kamis sore waktu Indonesia. Pasar memprediksi BoE akan menaikan kembali suku bunga acuannya ke level 1%.

Sementara itu dari rilis data ekonomi, perilisan data aktivitas manufaktur pun berlanjut pada pekan depan. Beberapa negara akan merilis data aktivitas manufaktur yang tercermin pada Purchasing Manager’s Index (PMI). Adapun negara tersebut yakni AS dan Indonesia.

Selain data PMI Manufaktur, data ekonomi penting lainnya yang akan dirilis pada pekan depan yakni data lowongan kerja JOLTs AS periode Maret 2022, neraca perdagangan AS periode April 2022, data perubahan tenaga kerja ADP AS periode April 2022, dan non-farming payroll (NFP) AS periode April 2022.[]

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220501163654-17-336394/saat-pasar-keuangan-ri-libur-berikut-sentimen-pekan-depan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya