ACEH UTARA — Warga Gampong Alue Tho, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di sebuah gubuk kebun sawit, Jumat, 6 November 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban diketahui bernama Basyaruddin bin Ismail (67), petani asal Gampong Rayeuk Kuta, Kecamatan Matangkuli. Jenazahnya ditemukan di sebuah gubuk kebun sawit milik warga di pinggir jalan penghubung Gampong Alue Tho menuju Gampong Ceubrek Pirak.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kapolsek Matangkuli Iptu Aulia Iskandar, dalam keterangannya mengatakan penemuan tersebut bermula ketika seorang warga bernama Aminah (63) melintas di sekitar gubuk yang biasa ditempati korban. Saat itu, saksi melihat banyak lalat mengerumuni bagian gubuk sehingga menimbulkan kecurigaan.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Aminah kemudian memberitahukan temuannya kepada M. Yusuf (69), warga setempat. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Sulaiman (50), adik kandung korban. Setelah bersama-sama mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban, mereka mendapati Basyaruddin sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang di dalam gubuk. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada perangkat gampong dan diteruskan ke Polsek Matangkuli.
Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Aulia, personel Matangkuli langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi. Petugas juga berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Aceh Utara untuk penanganan lebih lanjut.
“Berdasarkan keterangan keluarga dan warga setempat, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru. Dari pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh korban, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, pihak keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan visum. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil BPBD Aceh Utara untuk dibawa ke rumah kediaman anak kandungnya di Gampong Mesjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, guna disemayamkan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, dan segera melaporkan kepada perangkat gampong maupun pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan penanganan,” ucap Aulia.[]




