KUALA SIMPANG – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf, menghadiri undangan silaturahmi Raja-Raja Melayu di Gampong Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 7 Februari 2017 malam. Turut serta Ketua Gerindra Aceh TA Khalid dan mantan Kapolda Aceh, Iskandar Hasan.

Dalam silaturahmi itu, Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf–turut melihat benda-benda pusaka kerajaan Melayu seperti pedang pusaka. Kepada para raja Melayu, calon Gubernur Aceh di Pilkada 2017 ini mengakui bawah sejarah merupakan harta yang paling berharga bagi sebuah bangsa.

“Kitalah yang menjaga sejarah karena sejarah adalah emas,” kata Mualem.

Menurutnya rakyat Aceh masih memiliki semua peninggalan sejarah yang kini tersebar di seluruh dunia. Benda-benda bersejarah ini nantinya bakal dikumpulkan dan diboyong kembali ke Aceh sebagai identitas kegemilangan masa lalu.

“Kita kumpulkan semua. Aceh kita kembalikan lagi kejayaannya seperti masa keemasan Sulthan Iskandar Muda. Kita juga akan koreksi kembali sejarah (yang salah tentang Aceh) karena sejarah adalah cermin bangsa. Hilang sejarah maka hilanglah suatu bangsa,” kata Mualem.

Dia menyebutkan jika Wali Nanggroe Aceh nantinya telah menempati istana Wali Nanggroe maka seluruh raja-raja atau pewaris para raja Aceh akan diundang ke tempat tersebut. Mereka nantinya akan diajak untuk sama-sama melestarikan sejarah Aceh demi generasi muda masa depan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Teuku Zaini, pemerhati sejarah Aceh. Dia turut menjelaskan silsilah para raja Melayu serta keturunannya yang bermula dari Sultan Muda Sedia.

Diantara para Raja Melayu yang disebutkan Teuku Zaini seperti T Rahmansyah Fauzi bin T Khaidir bin T Arifin. “Ini merupakan pewaris Raja Karang ke VII,” kata Teuku Zaini.

Kemudian, Teuku Zaini juga memperkenalkan T. Irwansyah bin T. Amir Hamzah bin T.Raja Sulung. Dia merupakan keturunan Raja Benua. Selanjutnya juga diperkenalkan T. Syarifuddin bin T. Raja Ali bin T. Chik Ismail Attahasyi Pasha yang merupakan Hulubalang Negeri Sungai Iyi. Ada juga Sayed Yahya binti T. Zahara binti T. Zainal Abidin yang adalah Raja Seruway terakhir.[]