_”Kering oleh kelemahan diri menyimpan debit air, atau semata gerah cuaca?”__

 

Karya Taufik Sentana*

Kadang, sesekali aku merasa seperti telaga kering. Kering dalam rimbun hutan di kaki bukit. Benar benar bergantung pada hujan besar seketika.

Tentu oleh sebab aku belum menjadi mata air, apalagi menjadi hujan. Bisa saja telaga melambangkan kesediaan dan kesunyian sendiri, atau nikmatnya bersikap rela dan terbuka.

Tapi benar, aku merasa pernah seperti telaga yang kering. Kering oleh kelemahan diri menyimpan debit air, atau semata gerah cuaca? 

Semua berpulang pada makna yang kita cerna, tentang kewajaran, kearifan dan keinsyafan.

*Peminat sastra sufistik
Dalam Antologi Password Kebahagiaan.