KUALA SIMPANG – Sekitar seribu massa masyarakat Aceh Tamiang yang tergabung dalam Rakyat Indonesia Bersatu Untuk Tenaga Kerja (RIBUT) menggelar aksi solidaritas untuk menyampaikan sikapnya ke pemerintah kabupaten Aceh Tamiang, Senin 29 Februari 2016.

Koordinator aksi, Haprizal Roji S. Sos saat di konfirmasi portalsatu.com menjelaskan, aksi yang dilakukan ini untuk menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah pusat, pertamina untuk segera bekerjasama dengan Pemkab Aceh Tamiang dalam hal ekplorasi minyak dan gas yang dikelola oleh PWP Aceh Tamiang.

“Ini adalah tuntutan masyarakat terhadap pemerintah pusat terutama BUMN Pertamina dan juga tuntutan pada pemerintah Aceh Tamiang untuk membuka lapangan kerja bagi putra daerah,” kata Haprizal Roji.

Dia melihat dengan kerjasama dan dibukanya lapangan kerja maka akan berkurang jumlah pengganguran di daerah tersebut. Masyarakat sangat mengharapkan langkah-langkah nyata.

“Kali ini tuntutan kami sampaikan pada Pemkab Aceh Tamiang, DPRK Aceh Tamiang dan pihak terkait menyangkut isu dan masalah tersebut,” ujar koordinator aksi ini.

Massa tersebut yang bergerak ke kantor bupati Aceh Tamiang diterima langsung oleh Wakil Bupati Aceh. Kemudian massa menuju DPRK Aceh Tamiang diterima oleh ketua DPRK.

Berikut tuntutan pernyataan sikap dari masyarakat yang tergabung dalam Rakyat Indonesia Bersatu Untuk Tenaga Kerja (RIBUT) Aceh Tamiang.

Satu menuntut pada pemerintah pusat (BUMN Pertamina) untuk mendukung Pemkab Aceh Tamiang (BUMD) Dalam mengelola sumur migas (KSO) agar terealisasi ekploitasi dan ekplorasi migas di Aceh Tamiang, kedua mendukung pemkab Atam untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk berkurang jumlah pengangguran di Aceh Tamiang. Dan yang terakhir seluruh rakyat Aceh Tamiang bersama Pemkab Aceh Tamiang menjamin tidak akan menjadi kerusuhan sosial, jika terealisasi ekploitasi dan ekplorasi Migas di Aceh Tamiang yang dikelola oleh BUMD Pemkab Aceh Tamiang.[](tyb)