Pemerasan yang mengatasnamakan Din Minimi kini mulai marak. Sejumlah pihak mengaku menjadi sasaran pemerasan.

Salah seorang warga Lhokseumawe yang namanya enggan ditulis, kepada portalsatu.com mengaku jika dirinya terus mendapat telepon dari orang yang mengatasnamakan Din Minimi. Tak hanya dia, istrinyapun juga mendapat telepon yang sama.

“Mereka menggunakan nomor hp berbeda-beda, suara orangnya sama. Mereka juga menelepon istri saya, kami diancam untuk segera mengirim uang 20 juta rupiah. Mereka mengancam membakar rumah kami,” kata warga tersebut, Kamis, 23 Juli 2015.

Di Kabupaten Bireuen, salah seorang pengusaha juga menjadi sasaran telepon.

“Mereka ngomong baik-baik dan memohon bantuan,” kata warga Bireuen tersebut.

Ada beberapa nomor handphone yang dipakai oleh orang yang mengaku Din Minimi tersebut ketika menghubungi calon korban yaitu 085290367999, 081269546098 dan 08521924772. Sementara uang yang mereka minta diperintahkan untuk ditransfer ke rekening BRI nomor 109301005392501 a.n Samsuddin.

Dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan modus berbeda. Ada yang mengancam seperti calon korban di Lhokseumawe. Ada juga yang menggunakan modus memelas untuk mengharapkan simpati seperti kepada pengusaha Bireuen di atas.

Pelaku diduga merupakan komplotan profesional yang selama ini melancarkan aksinya dengan mengatasnamakan pihak lain seperti gubernur, wakil gubernur dan pihak lain.

Terkait hal ini, Nurdin alias Din Minimi ketika dihubungi portalsatu.com membantah terlibat dalam aksi kriminal tersebut.

“Lon hana roh nyan (saya tidak terlibat), saya minta polisi menindak siapa pun yang menipu atas nama kami,” kata Din Minimi tegas saat dihubungi via telepon selular siang tadi.[] (ihn)