LHOKSEUMAWE – Komandan Kodim (Dandim) 0103 Aceh Utara diganti dari Letkol Kav. Fadjar Wahyudi Broto kepada Letkol Inf. Agung Sukoco, S.H. Upacara serah terima jabatan (sertijab) Dandim digelar di Aula KNPI Aceh Utara di Lhokseumawe, Kamis, 28 Maret 2019, dipimpin Kasrem 011/Lilawangsa, Letkol Inf. Sunardi Istanto, S.H. 

Sebelumnya, Agung Sukoco bertugas sebagai Dansecata di Rindam Kodam 18 Kaswari. Sedangkan Fadjar Wahyudi Broto mendapat jabatan baru sebagai Kasandi Kodam Iskandar Muda.

Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf. Purmanto, melalui Kasrem Letkol Inf. Sunardi Istanto, mengatakan, serah terima jabatan Komandan Kodim di lingkungan Korem 011/Lilawangsa ini merupakan suatu kegiatan yang sering dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan personel. Pergantian jabatan ini diharapkan dapat membawa perubahan suasana yang lebih segar dengan munculnya inovasi dan kreativitas baru dalam pembinaan satuan, sehingga kinerja organisasi menjadi lebih efektif dan efisien.

“Salah satu kegiatan yang harus menjadi perhatian kita bersama saat ini pelaksanaan pesta demokrasi pada Pemilu 17 April 2019 yang merupakan pendewasaan bangsa kita. Masa-masa kritis menjelang, selama dan setelah pemilu menuntut situasi yang aman, damai dan kondusif,” kata Sunardi Istanto dalam sambutannya.

Oleh karena itu, lanjut Sunardi, komitmen netralitas serta profesionalisme TNI AD harus senantiasa dipegang teguh serta diimplementasikan dalam mengawal sekaligus menyukseskan Pileg dan Pilpres tahun ini. “Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi ini,” ujarnya.

Menurut Sunardi, masyarakat harus diberi wawasan dan pemahaman bahwa pesta demokrasi sejatinya adalah perhelatan untuk menentukan pilihan rakyat yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kata dia, TNI harus dapat merangkul semua elemen masyarakat baik tokoh agama, tokoh adat dan lainnya sehingga tidak terjadi perpecahan maupun konflik yang diakibatkan pilihan yang berbeda dari masyarakat tersebut.

“Petakan kerawanan di wilayah sehingga bisa diukur tingkat kerawanan dan langkah antisipasinya. Untuk itu, langkah-langkah persuasif diperlukan untuk menyelesaikan potensi konflik dibandingkan dengan cara represif, artinya harus proaktif untuk melaksanakan langkah atau penyelesaiannya sebelum potensi konflik itu berkembang. Ini merupakan hal terbaik dalam menyelesaikan masalah,” ungkap Sunardi.

Sunardi menambahkan, tingkatkan koordinasi antarsesama satuan TNI, Polri untuk kesuksesan dalam pengamanan pemilu nantinya. Sudah selayaknya TNI dan Polri memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menentukan pemilihan pada Pemilu 2019.[]