LHOKSEUMAWE – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe menggelar serah terima jabatan (sertijab) rektor dari Dr. H. Hafifuddin, M.Ag., kepada Dr. Danial, M.Ag., di Gedung Serbaguna IAIN itu, Jumat, 5 Maret 2021.
Dr. Hafifuddin akrab disapa Ustaz Hafi yang masa jabatannya sebagai Rektor IAIN Lhokseumawe sudah berakhir, berharap rektor baru dapat menjalankan tugas dan amanah ini dengan baik. Dia optimis IAIN Lhokseumawe bisa lebih maju lagi ke depan.
“Kami sangat yakin karena beliau (Danial) masih energik, masih muda dan punya kemampuan. Tentu ada kebijakan baru nanti. Memang masih ada beberapa program yang belum selesai seperti akreditasi lembaga, alih status lembaga, jurnal dan untuk profesor (belum ada dosen bergelar guru besar). Saya pikir ini hal yang sangat urgen untuk dilaksanakan, karena menyangkut pengembangan IAIN Lhokseumawe,” ujar Ustaz Hafi kepada wartawan usai sertijab itu.
Rektor IAIN Lhokseumawe masa jabatan 2021-2025, Dr. Danial akrab disapa Ustaz Danial, mengatakan program yang dilaksanakan rektor sebelumnya sudah sangat baik. Pihaknya akan mengembangkan beberapa hal yang lebih baik untuk IAIN ini pada masa mendatang. Langkah pertama adalah peningkatan nilai atau akreditasi lembaga dan beberapa jurusan.
“Kita mengupayakan meningkatkan akreditasi lembaga dari C minimal menjadi B. Kemudian, penataan baik menyangkut administrasi, sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia (SDM), karena saat ini kita ada beberapa dosen yang masih melanjutkan studi program doktor. Selain itu, akan dilakukan pengembangan jurusan atau fakultas dalam mempersiapkan untuk transformasi dari IAIN menjadi UIN (Universitas Islam Negeri),” ujar Ustaz Danial.
Selanjutnya, kata Ustaz Danial, juga untuk mengakreditasi jurnal-jurnal ilmiah, karena IAIN ini punya banyak jurnal tapi belum satupun terakreditasi. “Kemudian, beberapa lembaga yang sudah dibangun sebelumnya, lebih dikembangkan lagi seperti Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), dan Pusat Studi Ilmu Falak”.
“Lalu, peningkatan kerja sama internasional yang selama ini sudah dirintis. Kita ingin lari cepat sedikit untuk mengejar beberapa kepentingan kampus IAIN. Kepada dosen-dosen, kita akan memberikan support untuk menulis jurnal internasional terindeks Scopus dan Web of Science (WoS), karena itu syarat menjadi guru besar (profesor), dan kita (IAIN Lhokseumawe) belum ada guru besar satupun. Kita berharap dan paling tidak selama saya (rektor), adalah minimal 10 sampai 12 orang profesor yang kita support. Misalnya, bisa memberikan insentif kepada jurnal mereka yang berhasil mem-publish jurnal-jurnal internasional,” kata Ustaz Danial.[]




