BANDA ACEH – Para sukarelawan dari Solidaritas Kesetiakawanan Aceh, didukung oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Seni Dan Budaya Aceh, Perkumpulan Majelis Seniman Aceh (MaSA), dan pencita lingkungan dari Yayasan Sobat Bumi Indonesia (Sobi) Regional Aceh, membersihkan lingkungan musala Taman Budaya Aceh, Sabtu, 20 April, 2024.
Inisiator kegiatan tersebut, Cut Ratnawati, mengatakan, pihaknya melakukan acara bakti sosial tersebut didorong oleh rasa keperdulian terhadap kebersihan mushala taman budaya yang tetap harus dijaga dan dirawat agar tidak sembraut.
“Kami, terutama dari kalangan seniman dan pegiat seni yang nota bene selalu berada di lingkungan Taman Budaya Aceh, merasa bertanggung jawab untuk hal itu, tentu saja dengan dukungan pihak UPTD Taman Seni Dan Budaya Aceh,” kata Cut Ratnawati.
Dalam kegiatan yang berlangsung seru selama sekira empat jam tersebut, para sukarelawan membersihkan halaman dan bagian dalam musala, juga membawa permadani dan kain salat ke tempat cucian.
Cut Ratnawati mengatakan, bakti sosial ini dicetuskan saat silaturrahmi di antara beberapa orang seniman, di antaranya Iskandar, Syeh Ghazali LKB, dan rekan-rekan lainnya.
“Harapan kita semua musala taman budaya tetap aktif seperti biasa dan siap dikelola oleh seniman agar terjaga selalu kebersihannya. Acara bakti sosial ini direncanakan akan diagendakan sebulan sekali. Semoga bisa terwujud dan berjalan dengan lancar. Amin,” kata Cut Ratnawati.

Sementara Ketua Umum Majelis Seniman Aceh, Chairiyan Ramli, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada para inisiator dan rekan seniman dan aktivis lingkungan dari Sobi Aceh yang ikut serta.
“Pemerintah kita telah membangun taman budaya ini untuk seni dan kebudayaan. Para seniman merasa memiliki Taman Budaya Aceh karena bisa menggunakan fasilitas yang disediakan tersebut untuk menampilkan karyanya,” kata Chairiyan Ramli.
Chairiyan mengatakan, selain gedung pertunjukan, musala dan kantin adalah tempat yang selalu digunakan oleh para seniman.
“Gedung Taman Budaya Aceh ini penting bagi kami para seniman. Dengan dukungan UPTD Taman Seni Dan Budaya Aceh yang merupakan bagian dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh, kita akan merawat dan memajukannya bersama, secara berkelanjutan. Insyaallah,” kata Chairiyan Ramli.[]





