Kehidupan di dunia ini sebuah proses yang harus dilewati sang khalifatul ardhi. Kematian sebuah rahasia, kita tidak pernah tahu kapan akan menghadapi itu. Realitas saat ini tidak sedikit masyarakat yang lalai dan terpesona serta terjerumus dengan keindahan dunia penuh maksiat dan dosa. Sehingga banyak orang tidak mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Menelaah fenomena semacam ini salah seorang ulama besar hujjatul Islam Imam Al-Ghazali Rahimahullah telah memperingatkan kita bahwa di dunia ini sesuatu yang paling pasti adalah kematian dan tidak ada selain itu.
Dalam hal ini Allah swt., berfirman: “Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali. (QS. al-Anbiya: 35)
Kita selama ini hanya disibukkan mempersiapkan bekal hidup di dunia, melupakan bekal akhirat. Allah swt., masih memberi kita kesempatan untuk bernafas di muka bumi ini. Namun apakah kita juga sudah mempersiapkan banyak bekal menghadapi dua fase kehidupan berikutnya, yaitu alam barzah dan alam akhirat?
Rasullah saw., telah menyebutkan sosok manusia yang paling cerdas bukan mereka yang IQ tinggi dan sebagainya, tetapi sosok yang sering teringat kepada maut (meninggal). Hal ini sebagaimana sabda beliau berbunyi: Wahai Baginda Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling cerdas? tanya sahabat kepada Rasulullah saw. Dan Baginda Rasulullah saw., pun menjawab: (Mereka) Yang paling banyak mengingat mati, dan kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas (HR. Thabrani dan Ibnu Majah).
Bukan hanya ayat Alquran yang telah memperingatkan kita tentang kematian, bahkan dalam banyak hadis, Rasulullah telah menyebutkan bahwa malaikat maut tiap saat datang kepada kita untuk memperingatkan tentang kematian. Namun sebagian dari kita seolah tidak menggubrisnya.
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radliyallahu 'anh bahwa Rasulullah saw., bersabda: Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak tertawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak tertawa.
Coba bayangkan dalam sehari atau 24 jam, malaikat maut mengunjungi setiap manusia sebanyak 70 kali. Artinya, malaikat akan mengunjungi manusia setiap 20,6 menit sekali atau jika dibulatkan menjadi setiap 21 menit. Setiap 21 menit kita selalu diperingatkan oleh malaikat maut. Lantas, adakah kita merasakannya? Ataukah hati kita yang telah keras oleh sentuhan dosa dan maksiat yang kerap kita lakoni? Apakah kita “bangun” tidur setelah ajal menjemput?
Wallahu 'allam bishawab.[]



