LHOKSEUMAWE – Tari Seudati Sanggar Pujasera Lhokseumawe tampil memukau di gelaran tahunan Riau World Dance Day, di Open Stage Taman Budaya Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu 29 April 2017 lalu. Acara untuk memperingati hari Tari Internasional ini diikuti oleh 16 grup dari berbagai provinsi.
Tari Seudati Sanggar Pujasera yang dipimpin Syech Gani tersebut membuat kagum para undangan dan penonton yang memadati panggung terbuka tersebut. Gaya atraktif dengan gerakan sangat dinamis membuat tari Seudati menjadi perhatian pada malam itu.
Alhamdulillah, Syech Gani dan kawan-kawan tampil sangat baik dan kita patut berbangga, tari Seudati mendapat atensi luar biasa dari penonton, kata Nazaruddin selaku Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Lhokseumawe yang memimpin rombongan Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Senin, 1 Mei 2017.
Seniman Rapai yang akrab disapa Peutuha Din tersebut mengaku kegiatan yang digelar oleh dinas Kebudayaan Riau patut ditiru oleh provinsi lainnya, termasuk Aceh. Apalagi menurutnya Aceh memiliki seni tari sangat beragam dan sebagian besar nyaris punah.
Ini harus ditiru oleh Pemerintah Aceh terutama Dinas Kebudayaan sebagai ajang pelestarian seni tradisi Aceh. Insya Allah kami dari DKA Lhokseumawe akan berupaya mendesak pemko dan pihak-pihak terkait lain agar ke depan peringatan Hari Tari se-dunia bisa digelar di tempat kita, katanya.
Selain Lhokseumawe, tim tari dari Bireuen juga ikut memeriahkan acara tersebut. Ikut pula Sanggar Tengkah Zapin, Bengkalis, Sanggar Etnik Medan, Nan Jombang Padang, Sanggar Gastarana Bukit Tinggi dan Ida El Bahra Art Managemet, Makasar.[]


