MEUREUDU – Sebanyak 107.070 warga Pidie jaya akan memberikan hak suara untuk menentukan pemimpin mereka lima tahun ke depan. Penentuan nasib 4 Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berada di tangan rakyat dan nasib mereka akan nampak di hari pemilihan tanggal 27 Juni 2018 mendatang.
Ada 4 Paslon, semuanya merupakan putra asli Pidie Jaya yang memiliki kemampuan dalam memimpin dan kaya pengalaman di berbagai bidang. Pasangan Yusri Yusuf (Melo)-Saifullah berada di nomor urut 1, pasangan ini diusung Koalisi partai NasDem, Partai Nasional Aceh (PNA), Partai Damai Aceh (PDA), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar.
Yusri Melon diketahui selama ini aktif sebagai penggiat lembaga yang bergerak di bidang pengembangan pertanian. Sementara Saifullah berlatar belakang ilmu kemiliteran dan sudah bertugas di sejumlah daerah dalam wilayah Indonesia. Saat ini dia sudah purnawirawan dan berniat mengabdi untuk daerah kelahirannya.
Pasangan nomor urut 2 Tgk Aiyub Abbas (Abuwa)-Said Mulyadi (Waled) yang diusung Koalisi Partai Aceh, Partai Demokrat, Partai PAN, Partai Gerindra, Partai PPP dan PKS. Pasangan ini merupakan petahana yang terpilih pada Pilkada lalu. Masa tugasnya akan berkahir awal 2019 mendatang.
Pasangan ini merupakan perpaduan Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Eks Tripoli dengan birokrat yang sarat pengalaman karena sudah pernah menduduki berbagai jabatan penting sejak masih di Kabupaten Pidie, diantaranya Kepala Bappeda dan Sekda Pidie.
Sementara di nomor urut 3, Tgk Muhibuddin-M. Yusuf Ibrahim yang maju melalui jalur perseorangan dan mendapat dukungan para kalangan dayah meski tidak semua kalangan dayah namun sebagian di antaranya memberi dukungan kepada Paslon ini.
Dukungan tersebut tentunya punya alasan khusus, selain Muhibuddin berlatar belakang pendidikan dayah. Statemen Abu Mudi Samalanga beberapa waktu lalu yang mengajak para warga masyarakat memilih pemimpin dari kalangan dayah. Salah satunya dia menyebutkan dalam Pemilihan Bupati Pidie Jaya, Pimpinan Mudi Mesra ini mengajak warga untuk mendukung Tgk Muhibuddin.
Rekam jejak calon wakilnya M. Yusuf Ibrahim juga tidak kalah pamor dengan para tokoh lainnya. Selain dia berasal dari kalangan pendidik, Pak Sop, sapaan akrab Yusuf Ibrahim, ini juga sebagai mantan Wakil Bupati Pidie Jaya semasa Bupati M. Gade Salam. Mereka yang maju melalui independen dengan dukungan penuh dari KPA.
Sementara nomor urut 4 dikantongi Paslon Muhammad Yusuf (Sop Kreh-kroh) mantan Kombatan GAM alumni Tripoli berpasangan dengan Anwar Ishak seorang tokoh birokrat bahkan jabatan terakhir sebelum pensiun sebagai Kepala Bina Marga Aceh. Dirinya maju sebagai wakil bupati dengan alasan untuk mengabdi kepada daerah yang kondisinya masih banyak kebutuhan pembangunan.
Nasib keempat pasangan ini sangat tergantung 107.070 warga yang berasal dari 222 gampong di 8 kecamatan sudah berhak memberikan hak suara pada 27 Juni 2018 mendatang. “Berdasarkan data ada para warga akan memberikan hak suara di 270 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 222 Gampong,” terang Ketua KIP Pijay Musman.[]




