LHOKSEUMAWE – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf alias Sidom Peng menegaskan, pemerintah akan membiayai pengobatan Suhati, penderita kanker tulang akut (chondrosarcoma) asal Dusun Abeuk Lhok, Gampong Lambideng, Kecamatan Sawang sampai sembuh.
Hal itu disampaikan Sidom Peng kepada Suhati, Rabu, 4 Oktober 2017, sore. Saat membesuk warga miskin itu, Sidom Peng meminta Hasan Basri, suami Suhati tidak perlu memikirkan biaya pengobatan termasuk biaya makan keluarga selama pengobatan berlangsung.
“Nyoe, na ureung Dinas Kesehatan dan Puskesmas, jadi mulai jinoe Pemerintah Aceh Utara meutanggong dana meu-ubat droe neuh Kak Suhati sampoe puleh (ini ada orang Dinas Kesehatan dan Puskesmas, mulai saat ini Pemkab Aceh Utara akan menanggung biaya pengobatan Suhati sampai sembuh),” kata Sidom Peng didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Machrozal dan Kepala Puskesmas Sawang, dr. Fauzah.
Hasan Basri mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Aceh Utara karena sudah meluangkan waktu melihat kondisi istrinya dan akan membantu semua biaya pengobatan ke depan.
Namun, ia tetap meminta agar kaki istrinya tidak diamputasi. Pasalnya, kata Hasan, dokter di Banda Aceh pernah memberi harapan, kaki kiri istrinya bisa disembuhkan dengan biaya berkisar Rp400 juta.
“Man ilong nyan sagai yang brat, peu ek dipeuna le BPJS? Dijih pih han ditem ikoh aki sampoe geulanceng pha (dana besar itu yang berat buat saya, apakah akan ditanggung BPJS? Dia/Suhati juga tidak mau kakinya diamputasi sampai ke pangkal paha),” kata Hasan.
Masalah ditanggung atau tidak oleh BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Aceh Utara menegaskan, itu sudah menjadi kewenangan pemerintah mencari solusi. Apalagi, kata Sidom Peng, pihak Dinas Kesehatan menyatakan siap untuk mengakomodir semua kebutuhan berobat, bila perlu dibawa ke Jakarta.
Sidom Peng meminta Suhati dan suaminya berlapang dada bila kemungkinan terburuk kaki yang sudah membengkak itu harus diamputasi sesuai dengan rekomendasi dari tim medis RSU Zainal Abidin Banda Aceh. “Tapi Dinas Kesehatan akan berusaha berkonsultasi dengan dokter, untuk mencari solusi lain sebelum tindakan amputasi,” kata Sidom Peng.
Sebelum meninggalkan lokasi tersebut, Sidom Peng menyampaikan, rumah berkonstruksi kayu sudah lapuk yang dihuni Suhati akan dibangun baru tahun 2018. “Rumahnya sudah tidak layak huni, saya sudah beritahukan ke staf, tahun depan harus dibangun baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadiskes Aceh Utara Machrozal ditemui portalsatu.com mengatakan, pihaknya segera membawa Suhati ke Banda Aceh. “Dia menderita kanker tulang ganas, ini langka terjadi dan baru pertama di Aceh Utara. Apalagi penyebab awalnya dari retakan pada tulang yang tidak ditangani dengan rawatan medis,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Suhati, 39 tahun, warga miskin di pedalaman Aceh Utara mengidap penyakit kanker tulang ganas atau chondrosarcoma. Warga Dusun Abeuk Lhok, Gampông Cot Lambideng, Kecamatan Sawang, itu sudah tidak punya biaya lagi untuk berobat. Ia membutuhkan dana Rp400 juta lebih untuk menyelamatkan kakinya dari amputasi.
Kata dokter di Banda Aceh kaki saya harus dipotong (amputasi) hingga pangkal paha, saya tidak mau, kalau sampai lutut, silakan saja. Dokter juga bilang, tulang kaki saya yang dipotong bisa diganti dengan tulang buatan, tapi biayanya Rp400 juta lebih, kata Suhati ditemani suaminya Hasan Basri, 41 tahun, 4 Oktober 2017. (Baca: Derita Suhati Warga Miskin Pengidap Kanker Tulang Ganas)[]




