SIMEULUE – Sejumlah desa di Kecamatan Simeulue Timur, Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue direndam banjir akibat hujan deras sepanjang malam, Sabtu hingga Minggu 20-21 Juli 2019.
Selain hujan deras, di perairan kabupaten kepulauan itu juga terjadi gelombang tinggi sehingga jadwal kapal penyebrangan dari daratan Aceh ke Simeulue terpaksa ditunda. Kapal feri yang pada Sabtu malam mestinya bertolak dari Labuhanhaji, Aceh Selatan menuju Sinabang dilaporkan terpaksa harus berbalik haluan kembali ke Labuhanhaji, setelah berlayar sekitar 10 menit karena gelombang tinggi.
Petugas Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops), BPBD Simeulue, Zulfadli mengatakan, beberapa desa yang direndam banjir di Kota Sinabang yakni Desa Air Dingin, Desa Suak Buluh, Desa Suka Karya, Desa Suka Maju, Desa Sinabang, Desa Lugu, Desa Linggi, Desa Sefoyan, Desa Ganting, dan Desa Kuala Makmur. Pada wilayah ini sebanyak ratusan rumah terendam banjir.
Kecamatan Teupah Tengah, banjir terjadi di Desa Abail dan Nancawa, puluhan dan sarana umum lainnya. Selanjutnya di Teupah Barat banjir terjadi di Desa Leubang Hulu. Ratusan rumah juga terendam banjir.
Dampak banjir juga terjadi di Desa Kuala Baru, Desa Luan Balu dan Desa Kuala Bakti, Kecamatan Teluk Dalam. Puluhan rumah penduduk terendam banjir. Sementara di Kecamatan Simeulue Barat, Simeulue Tengah, Simeulue Cut, Teupah Selatan, Salang dan Alafan pihak BPBD setempat belum ada laporan yang signifikan akibat hujan lebat yang terjadi sejak pukul 05.00 WIB.
“Ketinggian air di lokasi banjir rata-rata mencapai 80 – 100 cm, luapan air berasal dari beberapa sungai meluap yang disebabkan hujan deras,” kata Zulfadli didampingi rekannya, Rivon Fellianta.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini serta kondisi air sudah surut sejak pukul 10.57 WIB. Sebagian di wilayah banjir untuk sementara terjadi pemadaman listrik. Dampak banjir juga terjadi longsor yang berdampak rusaknya rumah penduduk yaitu di Desa Air Dingin dan Desa Suka Karya Kecamatan Simeulue Timur.[]



