BANDA ACEH – Aceh-Japan Community Art Consortium mengadakan kegiatan perbincangan antara siswa SD Negeri 43 Banda Aceh dengan SD Kitakata di wilayah Prefecture Miyagi Jepang melalui media teleconference Skype, di SD Negeri 43 Banda Aceh, Selasa, 18 September 2018.
Ketua Aceh-Jepang Community Art, Hanafiah, mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam komunikasi, kebudayaan, memperkenalkan kearifan lokal serta meningkatkan inisiatif kemitigasian kebencanaan, dan sebagainya, yang dapat digali di masa yang akan datang.
"Selain itu untuk mempererat silaturahmi antara siswa di Aceh dengan siswa yang ada di Jepang. Kita rasa ini penting dibangun komunikasi sejak dini dengan pihak luar, supaya ada saling mengerti dan memahami antarbudaya. Budaya lokal kita (Aceh) pun dapat tersalurkan dengan baik untuk masyarakat atau siswa di Jepang. Begitu pula sebaliknya, sehingga daerah dapat lebih maju dan berkembang untuk ke depan," kata Hanafiah kepada portalsatu.com/ usai acara tersebut.
Hanafiah melanjutkan, pihaknya tidak hanya menjalin hubungan dengan Jepang, tetapi juga akan melakukan hal yang sama dengan berbagai negara lainnya. Aceh-Japan Community Art juga melaksanakan hal serupa dengan beberapa sekolah lainnya di Banda Aceh, dan sejauh ini pihak sekolah pun menyambut baik.
“Akan tetapi, sejauh ini kita belum mengusulkan untuk melakukan bimbingan khusus bahasa Jepang kepada para siswa SD. Setiap ada pertemuan kita hanya melakukan interaksi secara langsung antara siswa Aceh dengan siswa Jepang melalui media teleconference skype tersebut, tentunya kita menerjemahkan dengan bahasa Indonesia apa yang disampaikan oleh siswa di SD Kitakata Jepang kepada siswa SDN 43 Banda Aceh saat acara itu berlangsung,” ungkap Hanafiah.
Kepala SD Negeri 43 Banda Aceh, Drs. Hasanuddin, menyebutkan, pihaknya menyambut baik kunjungan Aceh-Jepang Community Art, termasuk mahasiswa dari Osaka Jepang ke sekolah tersebut. Tujuannya untuk menggali potensi siswa serta pertukaran antarbudaya dengan siswa di Jepang, sehingga akan saling mengenal dan dapat terjalin hubungan silaturahmi dengan baik antara siswa Aceh dan Jepang.
“Dengan adanya kegiatan tersebut, kita berharap agar para siswa ini dapat terinspirasi mengapa anak-anak di Jepang bisa maju dan industri Jepang bisa berkembang, sehingga ini menjadi motivasi untuk anak-anak kita supaya mereka juga bisa maju seperti siswa di sana (Jepang),” ujar Hasanuddin.
Hasanuddin berharap suatu saat nanti ada sebuah Lab Bahasa Jepang di sekolah tersebut maupun di luar sekolah khususnya di Banda Aceh, supaya para siswa di sini bisa belajar bahasa Jepang untuk meningkatkan potensi mereka masing-masing.
“Dengan demikian, ketika ada kesempatan sekolah ke Jepang, mereka sudah siap untuk menghadapinya dalam berbahasa,” ujar Hasanuddin.
Acara itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRA, T. Irwan Johan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Dr. Saminan, M.Pd., serta para dewan guru SD Negeri 43 Banda Aceh.[]




