BLANGKEJEREN – Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sebelumnya diduga bermasalah tetap diberikan kepada yang bersangkutan, akibatnya, sejumlah anggota Satpol PP yang tidak senang langsung mendatanggi Polres Gayo Lues untuk membuat laporan.
Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd, M.Si., usai pelantikan dan pemberian SK PPPK didepan kantor Bupati setempat, Senin, 03 November 2025, mengatakan secara aturan masalah pemberian SK ini adalah kewenangan dari BKN.
"Tidak mungkin sepihak kita batalkan, bagi yang sudah memenuhi syarat tetap harus dilantik dan diberikan SK, namun jika ditemukan permasalahan dikemudian hari, maka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya kepada portalsatu.com/.
Ia beralasan tidak bisa menahan SK lantaran persyaratan sudah lengkap meskipun sebelumnya ada laporan dari anggota Satpol PP ke Pemda Gayo Lues, meski begitu, semua persoalan harus dikaji dengan teliti.
Sementara Rohani didampinggi beberapa orang rekanya selaku anggota Satpol PP yang menemui Wartawan dilokasi pelantikan PPPK, mengatakan pihknya tidak senang jika 12 orang anggota Satpol PP yang lulus PPPK tahun 2024 itu tetap diberikan SKnya.
"Kami tidak terima jika 12 orang itu tetap diberikan SKnya, karena mereka tidak aktif berturut-turut selama Dua tahun, dan hal itu bisa dibuktikan dari SK dan Slip gaji tahun 2023 dan tahun 2024," katanya.
Rohani dan kawan-kasanya menduga ada manipulasi dalam pembuatan SK dan Slip gaji yang menjadi syarat pendaftaran untuk mengikuti ujian seleksi PPPK tahun 2024 sebelumnya, dan jika ke 12 orang itu tidak ikut ujian, maka ia dan rekan-rekanya berpeluang lulus lantaran hanya selisih sedikit nilai ujianya.
"Kami sudah sepakat, hari ini akan membuat laporan ke Polres Gayo Lues terkait masalah ini. Dan bukti yang kami bawa yaitu SK tahun 2023 dan 2024 yang isinya tidak ada nama yang lulus tersebut, kemudian slip gaji. Kami meminta kepada penyidik nantinya, agar mengecek apakah ada masuk gaji yang 12 orang ini ke rekeningnya atau tidak, jika tidak ada, bearti sudah jelas ada permainan yang merugikan kami," ujarnya.[]




