NAGAN RAYA – Camat Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Julisa, S.E., mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan antara Gampong Cot Mee dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Fajar Baizury & Brother's.
Menurut Julisa, dirinya berencana mendudukkan kedua belah pihak untuk mencari solusi penyelesaian sengketa yang disebut-sebut sudah berlangsung puluhan tahun ini. Perwakilan para pihak, kata Julisa, secara terpisah sudah berkonsultasi dengannya mengenai masalah tersebut.
“Penawaran dari pihak perusahaan sudah ada. Tinggal kita musyawarahkan dengan pihak gampong soal penawaran tersebut. Tergantung warga. Yang pasti kita ingin menyelesaikan masalah ini. Senin, 30 Juli 2018, nanti saya rencana turun ke Cot Mee,” kata Julisa kepada portalsatu.com/, Minggu, 29 Juli 2018, sore.
Julisa mengaku belum memiliki data akurat mengenai sengketa penguasaan lahan antara Gampong Cot Mee dengan perusahaan tersebut. Kedua belah pihak, kata dia, saling mengklaim lahan seluas lebih kurang 400 hektare yang disengketakan tersebut adalah milik mereka.
“Betul atau salah sedang kita cari informasi yang lengkap. PT Fajar Baizury & Brother's mengaku lahan tersebut masuk dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU) mereka. Namun saya belum lihat suratnya. Sementara, warga mengklaim itu tanah mereka. Mana ada HGU sampai belakang rumah, itu kata warga,” ujar camat yang dilantik 7 Mei 2018 ini.
Sementara itu, Hubungan Masyarakat (Humas) PT Fajar Baizury & Brother's, Ir. Meijuni, dikonfirmasi portalsatu.com/, Minggu sore, membenarkan dirinya sudah berkonsultasi dengan Camat Tadu Raya, Julisa, soal akan dilakukannya pertemuan antara pihaknya dengan warga.
“Kita tergantung pertemuan, bagaimana aspirasi masyarakat, kita juga lihat kemampuan manajemen perusahaan. Banyak aspirasi-aspirasi, karena banyak fraksi kan. Kita juga tidak bisa memutuskan. Kalau (permintaan) masyarakat yang (sesuai) logika, ya, alhamdulillah kita berani maju ke direksi kita yakinkan (direksi),” kata Meijuni.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Agraria Pemuda (GAP) Cot Mee, Tarmizi, berharap masalah di gampongnya itu selesai dengan keinginan mayoritas. “Warga ingin yang terbaik. Kita ingin apa yang menjadi hak kita. Kasus menahun ini, jangan jadi beban hingga ke anak cucu kita, kita sudah bosan! Rentetan kisah dalam dinamika perjuangan yang dilakukan warga sudah keras terpahat,” tegasnya.[]



