LHOKSUKON – Setelah mendengar keluhan para nelayan yang menyampaikan terkait kelangkaan solar bersubsidi, anggota DPRK Aceh Utara, Razali Abu, akan memperjuangkan aspirasi ini dengan memanggil pihak Pertamina. Dia akan meminta Pertamina untuk memublikasikan kuota jatah solar kepada nelayan. Selain itu, pihak Pertamina harus menyampaikan ke publik penyebab kelangkaan tersebut.
“Para nelayan mengeluh terjadinya kelangkaan solar, dan saya sebagai wakil rakyat harus memperjuangkan ini, karena kelangkaan ini sangat berdampak terhadap perekonomian rakyat. Bayangkan saja jika dalam satu hari saja mereka tidak melaut maka akan terjadinya pendapatan yang putus,” ungkap Razali akrab disapa Abu Lapang, Selasa, 15 Oktober 2019.
“Saya akan membicarakan ini kepada pimpinan DPRK Aceh Utara untuk menyurati dan memanggil pihak Pertamina. Ini adalah bagian pertanggungjawaban saya sebagai wakil rakyat dan kami harus merespons cepat terhadap kepentingan rakyat,” kata Razali.
Menurut Razali, kelangkaan solar bersubsudi sudah terjadi selama beberapa pekan terakhir ini “meresahkan sebanyak 10.000 nelayan yang ada di Aceh Utara”. Mereka (nelayan), kata Razali, merasa sangat dirugikan akibat terjadinya kelangkaan solar ini, bahkan hampir setiap hari mengeluhkan hal tersebut kepadanya saat pulang ke Lapang.
“Meunyoe kamoe hana meujak u laot, kakeu hana pue pajoh. Maka kamoe mohon bak ureung droen untuk neupeujuang masalah kelangkaan njoe beu bagah seulusoe (Jika kami tidak melaut, maka kami tidak makan. Kami mohon kepada wakil rakyat untuk memperjuangkan masalah kelangkaan ini untuk segera teratasi),” ungkapnya mengutip keluhan nelayan. [] rilis


