LHOKSUKON – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Muslem Hamidi menilai pejabat Pemkab Aceh Utara masih bermewah-mewah di tengah kondisi masyarakat hidup susah. Hal ini terkait usulan pengadaan tiga mobil dinas senilai Rp 3,3 miliar dalam rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Aceh Utara tahun 2018. Dari tiga mobil dinas itu, dua di antaranya untuk bupati dan wakil bupati.
Baca: Usulan Pengadaan 3 Mobil Dinas Rp3,3 Miliar Untuk Bupati-Wabup dan?
“Seharusnya Pemkab lebih mengutamakan prioritas anggaran untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. Seperti yang kita ketahui, selama ini Pemkab sering 'mengeluhkan' perihal banyaknya kebutuhan rumah duafa di Aceh Utara yang belum terpenuhi. Namun dengan adanya usulan mobil dinas itu, jelas terlihat Pemkab tidak serius untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut,” ujar Muslem Hamidi kepada portalsatu.com, Jumat, 28 Juli 2017, malam.
Muslem melanjutkan, “Selama ini, ketika berbicara masalah rumah duafa, seakan-akan bupati sangat prihatin dengan kondisi itu. Akan tetapi, nyatanya hingga hari ini Pemkab masih mengutamakan kepentingan pribadi. Begitu juga dengan kebutuhan-kebutuhan lain, seharusnya anggaran seperti itu (pengadaan mobil dinas) bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”.
Meski pengadaan tiga mobil dinas itu masih dalam rancangan PPAS 2018, kata Muslem, pihaknya berharap Badan Anggaran DPRK Aceh Utara menolak usulan tersebut.
“Pejabat tidak seharusnya hidup bermewah-mewah. Kehidupan glamor pejabat seperti itu sudah seharusnya diubah. Pada prinsipnya kita berharap usulan untuk pengadaan mobil dinas baru itu ditunda sajalah dulu, masih ada yang perlu diprioritaskan,” kata Muslem Hamidi.[]


