ANKARA Pemerintah Somalia yang mendukung pemerintahan Turki kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menutup tiga sekolah Nil Akademi dan rumah sakit yang diduga berada di bawah kendali Fethullah Gule (feto) di negara tersebut, Sabtu 23 Juli 2016.
Menurut koresponden Anadolu Agency yang diterima dari sumber-sumber diplomatic Turki, Somalia adalah salah satu negara yang punya respon terkuat terhadap kudeta gagal berlangsung pada 15 Juli di Turki.
Dalam konteks ini, atas permintaan pemerintah Turki, tiga sekolah Nil Academy dan satu kegiatan rumah sakit ditutup dan semua pegawainya diberhentikan dan dikeluarkan dari negara tersebut.
Pengurus lembaga itu diberikan waktu satu minggu untuk meninggalkan negara Somalia. Pemerintah Somalia mengatakan, batas itu berakhir kemarin.
Koordinasi dengan Kedutaan Besar Turki
Dengan demikian, kegiatan belajar anak perempuan sekolah dasar dan sekolah tinggi klasik di sana, sejak hari ini serta kegiatan rumah sakit akan dilanjutkan dalam koordinasi Kedutaan Turki di Mogadishu.
Dalam beberapa waktu mendatang, Turki mendukung Somalia untuk melanjutkan kegiatan tersebut sebagaimana biasa tanpa mengurangi kualitas pendidikan di sekolah-sekolah itu, direncanakan dimulai kembali pada pertengahan Agustus ini.
Para guru yang mengajar di sana akan dilatih oleh staf lembaga pendidikan Turki di Somalia. Tiga sekolah tersebut dibuka sejak tahun 2011, memiliki sekitar 850 siswa.
Mereka mulai meninggalkan negara itu
Sekitar 40 karyawan warga negara Turki dan keluarganya di sekolah-sekolah Gulen tersebut mulai meninggalkan Somalia secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Mereka cenderung untuk pergi ke Kenya atau negara lain.
Sementara rumah sakit Nil Academy benar-benar ditutup. Presiden Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan akan ke Somalia untuk melihat pelatihan tenaga pengajar tersebut dan meninjau rumah sakit yang ditutup.
Ada kemungkinan rumah sakit tersebut akan dialihfungsikan menjadi rumah sakit khusus atau sebagai unit pelatihan tenaga kesehatan di negara itu, kata pejabat setempat.
Sebagaimana diketahui, sekolah serupa Nil Academy binaan pengkudeta Turki Gulen juga ada di beberaapa negara lain, termasuk Indonesia, yakni Sekolah Fetih Billingual School.[]





